Sunday, September 11, 2011

Bertemu Dengan Ibu Rukmi Hadihartini, Direktur Operational PT. Pertamina


Ibu Rukmi Hadihartini, alumni Teknik Kimia angkatan 1972 menggambarkan pencapaian puncak karir yang dilandasi atas integritas dan kapabilitas, ketika ditanyai Ning Diana tentang kunci suksesnya ibu Rukmi berujar bahwa dalam bekerja dia menjaga betul integritas dan kapabilitas dalam bekerja. Beliau menggambarkan jika seseorang pernah berbuat curang dalam bekerja maka di tempat lain orang itu akan tetap dinilai curang meskipun dia berada di tempat yang baru dan tidak melakukan hal yang salah, begitu pula seseorang harus selalu mengasah skill dalam pekerjaannya, selama 22 tahun dari 31 tahun bekerja di Pertamina, ibu Rukmi bekerja sebagai insinyur kimia diantara dominasi insinyur laki-laki, sampai saatnya ditugaskan sebagai Manager Sistem, Direktur HRD, dan Direktur Operasional PT. Pertamina seperti saat ini.

Jumat, 9 September 2011, dalam rangka mencari sponsor untuk Kongres IKA ITS 2011, Ning Diana Fajarwati, alumni Teknik Kimia 94 mengajak saya, Imam Baihaqi, alumni Teknik Informatika 99 ke kantor pusat Pertamina yang berada depan Masjid Istiqlal untuk menemui ibu Rukmi Hadihartini, Direktur Operational PT. Pertamina untuk mengajukan proposal kegiatan Kongres IKA ITS yang akan diselenggarakan pada tanggal 6,7, dan 8 Oktober 2011.

Ketika Bpk Baihaqi Hakim direktur Pertamina di tahun 2001 meminta bu Rukmi untuk pindah sebagai Manager Sistem yang membawahi mayoritas lulusan Teknik Industri yang berjumlah ratusan, padahal sebelumnya beliau biasa membawahi enam insinyur dalam bekerja, ibu Rukmi merasa canggung karena beliau sudah 22 tahun bekerja sebagai insinyur kimia, tetapi menerima pekerjaan itu karena ibu Rukmi senantiasa berdoa agar selalu diberi jalan terbaik dalam pekerjaannya.

Ibu Rukmi adalah sosok yang hangat, selama hampir satu jam ibu Rukmi menceritakan kisahnya dengan antusias, beliau menanyakan nama kami, jurusan dan tahun kuliah kami, pekerjaan, ataupun jabatan kami di IKA atau di kepanitiaan, beliau juga bertanya ke saya apakah sedang berpuasa Syawal karena tidak mencicipi hidangannya. Ketika ning Diana menjawab dia adalah alumni Teknik Kimia angkatan 94, beliau menjawab bahwa selisih 22 tahun dengan angkatannya yaitu 72, beliau kemudian bercerita bahwa dimasanya, waktu kuliah adalah sebelas semester sehingga mahasiswa butuh waktu lima setengah tahun untuk lulus, beliau juga membandingkan kalau dulu tidak ada semester tetapi ada mahasiswa tingkat satu, tingkat dua, dst.

Kami dipersilahkan duduk di ruang tamu yang ada didalam ruang kerjanya, ruang kerja bu Rukmi ada di lantai lima gedung pusat Pertamina, hanya lift tertentu yang bisa ke lantai itu dan itu pun kami diantarkan oleh seorang karyawan, keluar dari lift kami menemui resepsionis yang duduk disamping seorang satpam, di seberangnya ada meja sekertaris bu Rukmi, kami duduk di ruang tunggu yang ada di depan meja respsionis, ada empat kursi yang ditata berhadapan 2-2, saya dan mbak Diana duduk bersampingan, di hadapan kami seorang bapak karyawan Pertamina yang juga menunggu untuk keperluan lain.

Sebetulnya untuk mengambil foto ataupun wawancara harus melalui prosedur tertentu dan ditemani oleh pihak Pertamina, tetapi karena hanya untuk internal ITS kami diperbolehkan oleh bu Rukmi untuk foto bersama dan membuat artikel untuk keperluan internal.

Ibu Rukmi seorang yang tepat waktu, kami berjanji bertemu pukul sembilan pagi, jam sembilan lebih seperempat sekertaris bu rukmi menyilakan kami masuk ke ruang kerja bu Rukmi, kami berpapasan dengan seorang Bapak yang baru ditemui bu Rukmi, begitu pula setelah acara sudah ada bapak dari Pertamina yang menemui bu Rukmi, selama berpapasan dengan orang-orang kami dengan bangga bahwa datang dari ITS. Ruang kerja bu Rukmi cukup luas, didalamnya ada meja kerja bu Rukmi dengan dua kursi di depan mejanya, di samping kirinya ada rak buku kecil yang berisi buku-buku yang ditata rapi, TV LED berukuran 21 inchi, kulkas kecil, dan beberapa rak atau meja di pojok-pojok ruangan. tidak banyak foto bu Rukmi yang dipajang di dinding, saya hanya melihat satu foto resmi bu Rukmi dan satu foto sepertinya ketika dalam acara bersama presiden SBY. Di seberang meja kerja ada ruang tamu berupa satu kursi untuk satu orang dan disamping kirinya ada kursi panjang yang cukup untuk tiga orang, kami dipersilahkan duduk dengan sajian kue lebaran yang masih ada.

Ibu Rukmi seorang yang bersahaja, beliau mengaku tidak membayangkan menjadi direktur, gaya hidupnya tidak berubah setelah menjadi direktur selama tiga setengah tahun, tahun 2008 ketika lima bulan lagi bu Rukmi menuju pensiun beliau dipercaya sebagai direktur HRD, saat ini bu Rukmi sudah berusia 58 tahun, sudah melewati usia pensiun, dan sudah tiga setengah tahun menjadi direktur, bagi bu Rukmi hal ini dijalani sebagai pengorbanan terlebih beliau juga masih berperan sebagai ibu dari anak-anaknya, pengorbanan itu semakin terasa ketika suaminya yang seorang dokter ditugaskan keluar kota. Dalam lingkungan keluarganya bu Rukmi juga sederhana, anak bu Rukmi yang bekerja di BRI pernah membandingkan bahwa direktur di BRI difasilitasi sangat mewah berbeda dengan yang dilakukan bu Rukmi sehari-hari. Dalam lingkungan kerja juga bu Rukmi tidak ada penjagaan yang ketat, hanya ada seorang sekertaris yang menemaninya dalam pekerjaan sehari-hari.

Beliau tidak tinggal di rumah dinas Pertamina, saat ini hanya ada dua direktur yang mengambil rumah dinas, salah satunya Ibu Karen, direktur utama Perrtamina, beliau bercerita pada awal menjadi direktur ada cerita yang bilang bahwa jika mengambil rumah dinas maka akan cepat lengser, beliau menceritakan contohnya salah seorang direktur setelah mengambil rumah dinas hanya menjabat selama tiga bulan. Beliau tinggal di rumah sederhana di Jakarta tanpa security khusus, rumahnya ada di perbatasan antara RT 13 dan RT 14, sehingga ada dua satpam RT yang setiap hari menjaga keamanan rumahnya, beliau tidak merasa perlu pindah ke rumah yang lebih besar hanya untuk menambah securty khusus.

Ibu Rukmi mencintai pekerjaannya yang sangat dia syukuri karena menerapkan apa yang ditekuninya ketika kuliah di jurusan teknik kimia, sama ketika beliau kuliah mencintai apa yang dipelajarinya, beliau menerapkan hukum Boile dan rumus kimia lain di tempat kerjanya. Ketika berada di tingkat tiga yaitu di tahun 1976 beliau diterima kerja ikatan dinas di Pertamina dan ditempatkan di Mojokerto, dia ingat bahwa dia mendapat gaji 50 ribu yang saat itu sangat banyak, cukup untuk bisa tinggal di rumah sendiri dan menyewa pembantu, beliau juga mendapat uang kuliah 60 ribu untuk satu tahun dari Pertamina.

Setelah menjadi karyawan pertamina di tahun 1980, ibu Rukmi di tempatkan di Plaju Palembang, beliau bersyukur karena suaminya seorang dokter yang ditempatkan di puskesmas di Plaju, beliau bekerja selama delapan tahun di kilang minyak yang ada disana sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta.

Ibu Rukmi merasa ada talent kepemimpinan dalam dirinya yang didapat dari turun menurun, kakek beliau adalah gubernur Jatim, ayahnya seorang wakil gubernur, saudara-saudaranya juga menjadi pimpinan di tempat kerjanya seperti salah satu kakaknya yang meskipun menjadi dokter spesialis tetapi bekerja menjadi kepala Rumah Sakit di Surabaya. Begitu pula dalam test DDI, test di Pertamina, nilai yang paling menonjol adalah nilai kesetia kawanan, sampai sekarang pun bu Rukmi masih berhubungan baik dengan orang-orang, menjadi teman curhat teman-temanya, beliau bercerita bahwa menjadi satu-satunya yang menerima parsel dari salah satu orang Pertamina yang sudah pensiun.

Diakhir acara bu Rukmi mengantarkan kami ke pintu kerjanya sambil bercerita bahwa anak ITS harus lebih pede seperti ning Diana, beliau bilang bahwa orang-orang Pertamina mengira bahwa bu Rukmi orang ITB karena orang ITS identik dengan kurang percaya diri.

Monday, July 11, 2011

Turnamen Tennis Antar Alumni Tujuh Perguruan Tinggi 2011


Pada hari Sabtu tanggal 9 Juli 2011 IKA-ITS menjadi tuan rumah penyelenggaraan Turnamen Tennis Antar Alumni Tujuh Perguruan Tinggi 2011 di lapangan tennis Sekolah Internasional Tiara Bangsa Jatiwarna Bekasi. Turnamen diikuti tujuh tim perguruan tinggi yaitu ITS, ITB, IPB, UGM, UI, Unpad, dan Unpar.

Pembukaan berlangsung di tenda pinggir lapangan pada pukul sembilan pagi, Sambutan pertama oleh ketua panitia Bpk. Hanief Djauhari, dalam pidatonya Bpk. Hanief bercerita bahwa ketika bermain tennir dengan orang UGM mengajak ITS untuk bergabung dalam turnamen tennis tahunan yang sudah berjalan yang diikuti oleh enam perguran tinggi. Sambutan yang kedua oleh ketua IKA-ITS Bpk. Dwi Sutjipto, dalam pidatonya Bpk. Dwi mengharap selain keinginan untuk memenangkan turnamen hendaknya dijadikan sebagai ajang silaturrahmi antar alumni tujuh perguruan tinggi, juga meminta maaf dan mengkarena pembukaan terlaksana agak terlambat dari waktu seharusnya di siang hari yaitu pukul delapan pagi karena sudah menjadi kebiasaan sejak mahasiswa di Surabaya untuk bangun kesiangan. Sambutan ketiga oleh Bpk Theo F Sambuaga, beliau berpidato bahwa teringat ketika menjadi mahasiswa dan mengikuti demonstrasi di tahun 73, dimana universitas pelopornya sama dengan peserta turnamen tennis ini, pak Theo juga bercerita ketika menjadi anggota DPR dari wilayah Jawa Timur, beliau biasa dipanggil dengan nama Teo Sambuogo.

Turnamen dimulai dengan pertandingan eksebisi di lapangan 1 dari tujuh lapangan yang semuanya digunakan, antara tim Bpk. Dwi Sutjipto dengan Bpk. Soekrisno melawan tim Bpk. Theo Sambuaga dengan Bpk. Sunardji SE, MM, Pembantu Rektor UI . Turnamen sendiri dibagi menjadi dua pool, pool A dan pool B, Pool A terdiri atas UGM, Unpad, ITS, dan UI, pool B terdiri atas ITB, IPB, dan Unpar, Menggunakan sistim gugur, untuk pool A karena terdiri atas empat tim maka menggunakan 6 game satu set tanpa deuce, untuk pool B menggunakan 8 game, final menggunakan sistim 7 game. Masing-masing tim terdiri atas lima pasangan ganda berdasar kelompok total umur 80 tahun, 90 tahun, 100 tahun, 110 tahun, dan bebas.

Sore hari setelah partai penyisihan yang mana Pool A dijuarai oleh tim UGM, runner up Unpad, sedangkan pool B dijuarai ITB dan runner up IPB, semua tim berkumpul untuk jeda istirahat, bertukar cindera mata dan pembagian door prize, tim IPB menyumbang 20 e-toll card masing-masing senilai 250 ribu, ITB memberi 2 tempat raket, Unpar memberi tiket menginap di hotel di Bali, dan ITS memberi hadiah sepatu tennis. Setelah pembagian door prize, juga diadakan serah terima kepanitiaan untuk tahun depan, tahun depan Turnamen tennis ini akan dipanitiai oleh IPB. Semifinal mempertemukan UGM melawan IPB, ITB melawan Unpad. Juara akhirnya direbut tim dari ITB setelah mengalahkan juara bertahan UGM di final dengan score 3-2.

Salam,
Imam - Seksi Publikasi dan Dokumentasi

Friday, April 29, 2011

Bertemu dengan Bpk Irnanda Laksanawan, Deputi Kementrian BUMN

Cak dan ning, ini cerita saya mengikuti acara kemarin bertemu dengan pak Irnanda, pada hari Kamis, 28 April kemarin, saya baca lagi kok sepertinya hiperbolik dan berlebihan ya, tapi ga papa ambil hikmah positifnya saja ya. ^_^

Saya baru keluar kantor jam 12 siang karena ada kerjaan, terlalu mepet dengan janji waktu jam 1 siang bertemu dengan pak Irnanda, setelah menerima telpon dari mbak Riris saya bergegas berangkat ga peduli meski bakalan terlambat sampai Jakarta, bayangan saya nanti misalnya terlambat saya tunggu di lobby saja, sekalian pulang bareng bersama rekan lainnya. Dan waktu itu memang macet luar biasa, meski tidak hujan seperti hari sebelumnya, ternyata ada berita polisi menemukan bom di kedutaan Inggris, menyusul minggu sebelumnya ada bom di gereja di Serpong. Saya sampai di tempat jam setengah tiga sore, di gedung kementrian BUMN jalan Medan Merdeka Selatan, terlambat jauh dari waktu yang seharusnya, saya menemui petugas lobby, dia bertanya saya dari mana, saya bilang saya dari ITS, dan bilang kepadanya saya datang terlambat karena macet, dan bertanya apakah dia melihat teman-teman saya yang akan bertemu dengan pak Irnanda, deputi kementrian BUMN, saya dan dikasih ID tamu, dan disarankan menelpon teman. Setelah saya telpon dan tidak diangkat saya ditelpon lagi sama mbak Riris untuk segera naik lift ke lantai C.

Sampai di lantai C saya dijemput mbak Riris dan diantarkan ke ruangan rapat, disana sudah ada teman2 prolead Cak Errika Arsitektur 97, cak Soni Siskal 98, cak Yohannes TI 91, mbak Riris Tekkim 97, mbak Fitri Poltek Kapal 97, sama cak Candra angkatan 2002 temannya mbak Fitri. Ruangan rapat itu dikelilingi belasan foto pesawat PT DI, dan salah satu fotonya ada foto SBY sedang naik tank sepertinya buatan Pindad, dengan tulisan didalam foto itu pameran dirgantara tahun 2009. Ruangan kira-kra berukuran 7 kali 5 meter didalamnya ada dua meja berhadapan di masing-masing sisinya ada delapan kursi di sisi lainnya ada layar buat presentasi dan satu kursi yang menghadap ke slide, di meja ada deretan microphone yang bisa dinyalakan untuk menggunakannya.

Ternyata pak Irnanda belum menemui kami, kami menungu lama, jam setengah empat sore pak Irnanda memasuki ruangan, menyalami kami, dan duduk di seberang meja berhadapan dengan kami, cak Errika memberikan proposal yang kami buatkan, setelah membaca judul proposal "Be Young CEO" dan membuka halamannya, Pak Irnanda memulai ceritanya bahwa tidak hanya ada young CEO, tapi bahkan young president juga ada, Tony Blair menjadi PM Inggris di usia 42 tahun, Vladimir Putin juga menjadi presiden Rusia di usia 40-an, dan Obama dilanjutkan pak Irnanda tidak seperti orang kebanyakan yang bercita-cita menjadi dokter atau insinyur, sejak kecil ketika ditanyai cita-citanya, Obama selalu menjawab bercita-cita menjadi presiden Amerika Serikat. Dilanjutkan pak Irnanda bahwa leader seperti mereka adalah leader by born, bukan leader by trained.

Pak Irnanda Laksanawan alumni mesin (M23), pernah menjabat direktur termuda PT PAL dalam usia 38 tahun, menjabat komisaris Pertamina termuda, dan jabatan lainnya, saat ini sebagai deputi kementrian BUMN, berkantor di jalan Medan Merdeka Selatan, sebelah Balai Kota Jakarta, bersebrangan dengan alun-alun kota Jakarta dan Monas-nya.

Setiap orang itu memiliki talent berbeda-beda, CEO is not the only way in career, seseorang itu tidak harus menjadi CEO, tetapi kita harus menjadi ahli di bidangnya, seperti pemain bola, tidak lantas semuanya harus menjadi striker, tetapi menjadi sesuai fungsinya dan menjadi yang hebat.

Pak Irnanda bercerita ketika lulus tidak mempunyai pikiran akan ketrima kerja dimana, tetapi mempunyai niat untuk membangun bangsa, oleh karena itu beliau mendaftar hanya di tiga tempat perusahaan milik pemerintah, salah satunya BPPT. Sejak sekolah pak Irnanda selalu menjadi ketua kelas dan ketua OSIS, ketika kuliah menjadi ketua senat mahasiswa pertama dari FTI, sekarang pun menjadi ketua pelajar Inggris.

Leader itu pasti ada genetikanya, dan genetika itu tidak bakal berubah meski berusia ribuan tahun, seperti halnya sifat manusia, pak Irnanda bercerita, ketika ayahnya meninggal baru mengetahui ternyata ayahnya adalah ketua senat di Mesin ITB, kakeknya adalah pejuang melawan Belanda, begitu pula bercerita bahwa beliau adalah turunan ke-6 prabu Brawijaya ke-4, di jaman kerajaan Mojopahit. Diceritakan pula bahwa berziarah bersama ibunya yang sudah berusia 70 tahun lebih ke Trowulan, Jombang, yang disebutnya sebagai Center of Excellence, sampai sekarang pun pusat agama, ataupun para petinggi negara harus sowan ke Jombang untuk berhasil.

Seorang leader bukan bertujuan untuk kekuasaan, jika seseorang hanya berkeinginan menjadi CEO, tanpa memiliki niat untuk menjadi leader, maka akan melakukan segala cara untuk kekuasaan, termasuk menyingkirkan teman-temannya, dan begitu pula sebaliknya seorang leader tidak harus seorang CEO. Leader pada hakekatnya adalah seorang yg berkorban untuk yang dipimpinnya, dengan berkorban orang-orang akan menghargainya, pak Irnanda menambahkan tokoh seperti pak Karno dan pak Harto itu juga berkorban, sampai akhir hayatnya mereka tidak dalam kondisi yang bermewahan, pak Irnanda melayat ketika meninggalnya pak Harto, diceritakan bahwa rumah pak Harto rumah tahun 70-an dan tidak direnovasi, hanya anak-anak pak Harto yang nakal, tapi menurut beliau pak Harto hidup sederhana dan selama 32 tahun bekerja untuk negara.

Dilanjutkan pak Irnanda bahwa leader itu harus berperan sebagai coach, memberi empowering, guiding, dan enhancing kepada lingkungannya. Seorang leader adalah seseorang yang berani mengambil resiko, tetapi dengan perhitungan-perhitungan yg matang, mampunyai attitude, vision, willingness to share & to care kepada sesama.

Pak Irnanda selalu berusaha menciptakan leader di semua lini di tempatnya, beliau bercerita bahwa orang itu punya kelebihan & kekurangan sendiri, pak Irnanda memiliki kata-kata bijak, be yourself, do your best, dan terakhir senantiasa menyerahkan kepada yang kuasa. Setiap orang punya obsesi sendiri2, tdak bisa selalu jadi CEO, bekerja sebagai panggilan hati, bekerja dengan hati, jiwa, dan raga. Bekerja sesuai bidang, jangan mencoba mengerjakan beyond your competence, dan dan yang kebih penting menjadi yang terbaik dibidangnya, hal itu bisa dilakukan dengan cara bersaing dengan diri sendiri.

Sebetulnya diantara cerita pak Irnanda yang panjang dan bersemangat saya juga menyampaikan bahwa acara Be Young CEO itu juga tidak bertujuan agar serta merta menjadi CEO, tetapi dalam struktur perusahaan, CEO adalah jabatan seorang pimpinan perusahaan yang jika para alumni merasa mumpuni maka tidak lagi saatnya untuk malu-malu untuk menjadi young CEO di tempat dia bekerja.

Semuanya itu tergantung niat, jangan diniatkan untuk jabatan, tetapi niatkan untuk membangun bangsa, dan niscaya bakal dibukakan jalannya,
dan mengusulkan kegiatannya diubah temah "Be Young CEO" menjadi "Be Young Leader With High Quality Network" dan mematangkan lagi konsep acaranya.

Diantara kesempatan yang bagi saya luar biasa itu, pak Irnanda menerima telepon dari bapak Menteri, di perbincangan telpon, pak Irnanda bilang bahwa ibu Karen Agustiawan--Dirut Pertamina dari ITB-- sedang berada di Hong Kong dan menelpon pak Irnanda tentang apa saya tidak tahu, saya hanya terkagum-kagum di tempat itu. Ketika akhir acara sekitar jam setengah lima, pak Irnanda menyalami kami dan ketika menyalami cak Errika memberi kartu nama dan bercerita kalau aktif di HIPMI Jaya, pak Irnanda menanyakan cak Errika dari jurusan apa, dan ketika bilang dari arsitektur dan yang mendisain semen gresik ternyata rejeki cak Errika diajak ke lantai 7 untuk mendesain ruang kerjanya, "Yang lain boleh pulang, kecuali cak Errika masih harus ikut saya". Wah memang kalau rejeki ga bakalan kemana.

Terus semangat kawan, cak dan ning, mungkin di lain waktu kita bakal ketemu rejeki seperti cak Errika, bertemu dengan pejabat dan mendapatkan project kerjaan. ^_^

Salam,
Imam

Tuesday, March 15, 2011

Selayang Pandang Business Coaching II : "Sertifikasi PMP"



Berikut selayang pandang Business Coaching II : "Sertifikasi PMP", dengan nara sumber Cak Alex Iskandar, alumni Teknik Mesin angkatan 92.

Acara berlangsung di sekertariat IKA Jakarta di ruko Dr Supomo depan McD Tebet. Dihadiri oleh 28 peserta, daftar nama peserta yang hadir ada di bagian akhir, sebetulnya ada 30 peserta, tetapi dua peserta yang lainnya yaitu cak Aulia ke acara kondangan terlebih dahulu dan ketika berangkat ke Tebet terjebak macet, dan cak Basuki Mesin Kapal yang mengira acaranya di McD Tebet.

Acara berlangsung sekitar jam 12.30, terlambat setengah jam dari yang direncanakan, karena cak Alex terjebak macet di pintu keluar tol Jakarta. Sesampai di tempat sekitar jam 12.15, cak Alex bertanya sebaiknya memulai dari mana, cak Yohannes mengusulkan mengajak para peserta untuk makan siang bersama terlebih dahulu biar lebih akrab, untuk business coaching kali ini cak Yohannes menyumbang lunch box nasi timbal untuk para peserta.

Cak Alex mempersiapkan presentasinya yang berjumlah 67 halaman, pagi hari sebelum acara cak Alex mengirimkan materinya via email ke panitia barangkali bisa digandakan dan dibagikan ke para peserta, tetapi karena halamannya cukup banyak dan keterbatasan waktu, maka presentasi tidak dicetak dan digandakan, tetapi nantinya dikirim ke email masing2 peserta beserta presentasi dari lembaga training Prosys: "PMP EXAM Preparation Guideline", dan file2 yang lain.

PMBOK (Project Management Book Of Knowledge)
Cak Alex memulai dengan menjelaskan bahwa materinya didasari dari PMBOK, yaitu berupa standar-standar berdasarkan dari para project manager dalam mengerjakan suatu proyek, tidak berupa suatu keharusan, tetapi akan memiliki kesamaan dalam menghadapi masalah-masalah dalam pengerjaan proyek.

Proyek
Ada tiga hal yang menjadi ciri proyek: dikerjakan oleh orang, dibatasi sumber daya yang terbatas, dan direncanakan, dieksekusi, dan di kontrol. Dalam PMBOK proyek didefinisikan sebagai usaha sementara yang dilakukan untuk menciptakan produk, layanan, atau hasil yang unik.

Proyek dibatasi oleh waktu, memiliki tanggal mulai dan akhir, memiliki hasil yang sudah didefinisikan, sebelumnya belum pernah dilakukan, memiliki perkembangan yang bersifat progresif, memiliki aktivitas yang terhubung, membutuhkan sumber daya, dan memiliki sponsor atau pelanggan.

Manajemen Proyek (ruang lingkup, waktu, biaya, resiko, dan kualitas)
Menurut PMBOK, manajemen proyek adalah penggunaan pengetahuan, keahlian, peralatan, dan aktivitas-aktivitas teknik untuk memenuhi kebutuhan proyek. Ada lima komponen dalam manajemen proyek yaitu: ruang lingkup, waktu, biaya, resiko, dan kualitas. Terdapat para stakeholder, yaitu semua pihak yang terlibat dalam proyek, atau orang-orang yang memiliki interest yang bisa jadi positif atau negatif dari hasil penyelesaian proyek. Cak Jabad sempat menanyakan tentang siapa saja yang termasuk didalam stakeholders, "Apakah termasuk pemilik perusahaan juga termasuk stakeholder?", cak Alex menjawab "Semua pihak yang terlibat adalah stakeholder, termasuk pemilik perusahaan, user, ataupun tim pelaksana proyek".

Project Life Cycle
Terdiri atas tiga fase yaitu: fase Initial, Intermediate, dan Final. Di fase Initial input berupa ide dan tim dan outputnya berupa charter (pendelegasian), dan pernyataan ruang lingkup, di fase Intermediate terdiri atas rencana, baseline, progress, dan acceptance, sedangkan di fase Final terdiri atas approval dan handover.

Struktur Organisasi
Dalam manajemen proyek terdapat tiga macam struktur organisasi, yaitu fungsional, matrix, dan projectized. Wewenang PM (Project Manager) di struktur fungsional bersifat lemah, dan sebaliknya memiliki wewenang yang kuat untuk struktur yang projectized. Begitu pula peran PM di fungsional bersifat part time, dan full time di projectized.

Yang banyak ditemui adalah struktur fungsional, padahal dalam manajemen proyek diharapkan bersifat projectized, untuk mengatasinya bisa dengan cara membentuk matrix. Cak Susilo menambahkan bahwa tergantung organisasinya, biasanya ada bagian tersendiri untuk mengkomunikasikan ke tempat lain.

Proses Manajemen Proyek
PDCA (Plan Do Check Act) -> Initiating, Planning & Executing, Closing
Dan selama proses itu dilakukan, terdapat juga proses monitoring & controlling.

Manajemen Ruang Lingkup
Termasuk proses yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa proyek memuat seluruh pekerjaan dan hanya pekerjaan yang dibutuhkan saja untuk menyelesaikan poyek. Secara mendasar hanya fokus dengan mengkontrol apa yang ada dan tidak ada di proyek. Manajemen ruang lingkup termasuk:
1. Secara rutin mengecek untuk memastikan menyelesaikan semua pekerjaan
2. Berkata tidak untuk pekerjaan tambahan yang tidak termasuk dalam proyek atau bukan bagian dari pendelegasian proyek
3. Mencegah pekerjaan tambahan atau gold plating

Perencanaan Ruang Lingkup: Proses yang mengembangkan secara progresif dan dokumentasi dari ruang lingkup yang menghasilkan produk dari proyek.

Pernyataan Ruang LIngkup: Mengidentifikasi deliverable keys dari proyek, mengidentifikasi apa yang harus diselesaikan, berupa output dari perencanaan ruang lingkup, dan berupa dasar sehingga proyek tetap sesuai pada jalurnya.

Cak jabad menanyakan apakah dalam mendefinisikan ruang lingkup harus sedetil mungkin, cak Alex mengiyakan pertanyaan itu, dan menjawab bahwa detil ruang lingkup terdiri atas: tujuan proyek, deskripsi ruang lingkup, kebutuhan proyek, batasan, arah proyek, kriteria penerimaan proyek, constraints, asumsi-asumsi proyek, dan kebutuhan persetujuan.

Rencana Manajemen Ruang Lingkup: Berupa dokumen yang mendeskripsikan bagaimana ruang lingkup dan perubahan-perubahannya akan diatur. Termasuk kapan kita bisa memutuskan bahwa rang lingkupnya masih sama atau berubah, yang berupa % deviasi dan klasifikasi.

Cak Imam menanyakan tentang bagaimanakah mengatasi masalah proyek yang sudah terjadi tetapi tidak pernah selesai apakah boleh untuk dihentikan, cak Alex menjawab jika ada batasan 10% dari ruang lingkup yang bergeser, maka perlu direschedule ulang pengerjaannya, tetapi bisa juga proyek seperti itu dihentikan.

Membuat WBS (Work Breakdown Structure)
- Berupa pengelompokan komponen proyek yang mengatur dan mendefinisikan keseluruhan ruang lingkup. WBS menurunkan proyek kedalam potongan yang lebih kecil dan lebih mudah untuk diatur.
- Pekerjaan yang tidak ada di WBS bukanlah ruang lingkup proyek
- Biasanya dalam bentuk chart
- Item di level paling rendah bisa berupa paket pekerjaan
- Merupakan alat komunikasi diantara tim dan stakeholder
- WBS digunakan untuk menggambarkan staffing, estimasi, resiko, dan jadwal.

Level 1 Proyek, level 2 Tugas utama dalam proyek, level 3 Subtugas dari tugas utama, level 4 aktivitas yang harus diselesaikan.

Dan sebetulnya 90% dari manajemen proyek adalah komunikasi, Cak Lucky menambahkan juga dalam mengerjakan proyek jangan terpaku dengan PMBOK, dan penggunaan email dalam berkomunikasi sebagai pegangan dengan user.

WBS adalah: Satu tugas yang berorientasi hirarki, bagian dari total pekerjaan yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan proyek, berupa alat untuk membagi proyek menjadi komponen yang bisa diatur atau bagian yang bisa dijadwalkan, diperkirakan biayanya, dimonitor, dan dikontrol.

WBS mampu membuat pekerjaan dikontrol pada tingkat eksekusi, juga mememantau secara konsisten biaya dan jadwalnya sehingga menyediakan pemahaman status keseluruhan.

WBS bukanlah suatu diskripsi organisasi dari tim yang mengerjakan proyek WBS didesain untuk mengkontrol pekerjaan yang sudah selesai dan kapan waktunya, untuk mencegah ruang lingkup yang melebar dan meningkatkan pemahaman dari akibat dari masung-masing tugas.

Cak Johan menanyakan sedetil apa saat kontraktor menyiapkan Baseline, WBS dibuat untuk diajukan ke owner? jawabannya tidak terlalu detail tidak apa apa, sesuaikan dengan kemampuan kita nantinya untuk mengontrol, supaya tidak ribet sendiri.

Project Planning and Controlling
Planning - Setting tujuan, definisi proyek, dan organisasi tim
Scheduling - Menghubungkan orang, uang, dan pasokan untuk aktivitas tertentu, dan hubungan antar aktivitas
Controlling - Memonitor sumber daya, biaya, kualitas, dan budget, merevisi rencana, jadwal sumber daya untuk memenuhi waktu dan persediaan biaya.

Merencanakan proyek:
- Menentukan tujuan, berdasarkan waktu, biaya, dan kualitas
- Mendefinisikan proyek
- Membuat WBS
- Identifikasi tim/sumber daya

Menjadwalkan proyek:
- Sequence activity
- Mengutus orang-orang
- Jadwal sumber daya dan jadwal pengiriman

Mengawasi proyek:
- Revisi dan perubahan rencana
- Monitor resource, biaya, dan kualitas

Terkait item keselamatan kerja/safety, cak Johan menanyakan apakah bisa dimasukkan kedalam item pekerjaan? karena cost K3 biasanya membengkak. jawabannya: tidak bisa, tapi sudah umum, tim budgeting bisa mengakalinya dengan memperhitungkan cost K3 dalam item pekerjaan yg ada. Disambung oleh cak Lucky bahwa di perusahaan asing biasanya standar safety sudah sangat terjaga.

Cak Alex juga menunjukkan presentasi proyek-proyek di kantornya yaitu Conoco Philips, dan bercerita kalau sedang mengerjakan proyek Belanak yaitu membangun kilang gas besar di daerah Jambi.

Lembaga Training Sertifikasi PMP
Setelah menjelaskan materi presentasinya, cak Alex juga menunjukkan presentasi lembaga training Prosys mengenai Persiapan PMP, meliputi jadwal training yang terdiri atas dua belas kali pertemuan (sabtu minggu, selama enam minggu), syarat-syarat mengikuti sertifikasi PMP, yang termasuk minimal pengalaman sebagai PM selama minimal tiga tahun, total pertanyaan sebanyak 200, pilihan ganda, dan dikerjakan selama 4 jam. Biaya untuk sertifikasi adalah $405 untuk anggota PMI (Project Management Institute), dan $555 untuk bukan anggota.

Dijelaskan pula bahwa sertifikasi PMP berumur tiga tahun, selama itu pula akan diperbaharui jika sudah mengumpulkan 60 poin PDU, poin PDU bisa didapatkan jika melakukan aktivitas seperti memberi training tentang PMP, seperti yang dilakukan cak Alex pada hari itu.

Daftar Peserta yang Hadir:
1. Cak Inra Sumahamijaya Tekkim 2006
2. Cak Masherry S Statistik 2000
3. Cak Imam Baihaqi TC 99
4. Cak Margo TM 94
5. Cak Susilo M 94
6. Ning Naning T. Kimia 2001
7. Cak Yohanes TI 91
8. Cak Andik Yulianto TC 96
9. Cak Jabad Eko Permodo Siskal 99
10. Cak Hendra Susanto PENS '04
11. Cak Errika Ferdinata Arsitek 97
12. Cak Faizal Zainuri Elektro 91
13. Ning Efi Trisning Tekkim 2005
14. Ning Resti Afiadinie Tekkim 2005
15. Cak Lucky Esa Komputer 1985
16. Cak Deden Ade N TC '05
17. Ning Hestuti Eni Tekkim 96
18. Cak Michael C TL 2000
19. Cak Dewa Pribadi TC 2001
20. Cak Adib TF '95
21. Cak Dzulfikar A. M-40 ('97)
22. Cak Andika Muhardi 1988 ELIT 28
23. Cak Priyo Kapal 2004
24. Cak Naharis M '99
25. Cak Samsuri M-42 99
26. Cak Johan Asa T. Sipil 2002
27. Cak Nizar TC 2002
28. Cak Arif E.P Elektro 2002 (PENS)

Sunday, January 16, 2011

Selayang Pandang Business Coaching I : "Menjadi Wirausahawan"



Berikut saya tulis Selayang Pandang Business Coaching I : "Menjadi Wirausahawan", dengan nara sumber Cak Lucky Esa, alumni T Informatika angkatan 85.

Acara dihadiri oleh sebelas peserta, daftar nama peserta yang hadir ada di bagian akhir. Cak Lucky sendiri sudah datang seperempat jam lebih awal dari yang dijadwalkan yaitu pukul tiga sore, sehingga langsung memulai coachingnya di ruang meeting lantai dua dengan peserta yang sudah hadir terlebih dahulu, yaitu cak Nizar, cak Yanu, dan saya.

Wirausahawan menghadapi banyak tantangan
Menjadi wirausahawan akan menghadapi banyak tantangan, tidak senyaman seperti menjadi karyawan, oleh karena itu harus menjadi pribadi yang persistance dalam berusaha, melangkah seratus persen tidak boleh setengah-setengah. Cak Lucky juga bercerita bahwa didalam menjalankan usahanya sering terbentur dengan regulasi pemerintah, yang mana hal itu tidak ada di luar negeri.

Ketika masih bekerja di BP di Sangatta Kalimantan Timur, bersama teman-temannya pernah berusaha jualan krupuk dan membangun pabrik batako. Karena di sana warung makanan tidak ada yang jualan krupuk, maka cak Lucky dan teman-temannya membeli di surabaya krupuk mentah dan di jual ke warung-warung di Sangatta, dan setelah diterima kerja di Microsoft usahanya itu diserahkan ke teman-temannya dan masih berjalan hingga saat ini. Begitu pula ketika di Jakarta, cak Lucky pernah berjualan bawang merah, menunggui di pasar tradisional mulai jam 3 pagi sampai sore, dan dari situ bisa mendapat omzet lima belas juta tiap bulan, tetapi tidak diteruskan, karena cak Lucky kurang menyukai usaha yang bersifat dagang, membeli kemudian dijual lagi.

Memutuskan Menjadi Wirausahawan
Bagi cak Lucky, bukan alasan keuangan untuk menjadi wirausahawan, karena sebetulnya di Microsoft cak Lucky sudah mendapat lebih dari cukup, selain gaji besar, mendapat hak kepemilikan saham atas Microsoft, dan pesangon jika pensiun, hubungan dengan atasan dan rekan kerja pun baik-baik saja, bahkan sampai sekarang masih berhubungan baik, tetapi memang panggilan jiwa dari cak Lucky untuk bisa mandiri.

Cak Lucky marasa bekerja di Microsoft sebagai vendor masih belum memenuhi keinginannya yang sebenarnya, bekerja di vendor lebih banyak bohongnya kepada user, bahkan setelah resign cak Lucky pernah didatangi oleh orang Amerika untuk bekerja di google, tetapi menolaknya karena akan melakukan kerja yang sama seperti halnya di Microsoft. Setelah didiskusikan dengan keluarga, dan karena tidak memiliki hutang kepada bank, misalnya untuk rumah ataupun mobil, dan pula tabungannya cukup untuk biaya hidup selama 2 tahun, cak Lucky pun memulai untuk menjadi wirausahawan, perusahaan seperti Schlumberger, Medco, PLN, Telkom, pernah menjadi usernya.

Business Cracker
Yaitu para pengusaha yang melakukan dobrakan dalam usahanya, mereka membuat aturan dalam berbisnis dan dijalaninya sendiri, seperti J Co yang dibuat oleh Johnny Andrean yang sebelumnya seorang pengusaha dalam bidang salon, Mie Sedap yang sebelumnya berupa perusahaan sabun Wings di Surabaya, atau yang di bidang IT seperti anak pemilik teh Botol Sosro yang mengalami jatuh bangun dalam usahanya selama 20 tahun dan baru berhasil menjual aplikasinya baru-baru ini, diceritakan bahwa sempat door to door meminta maaf kepada para pelanggannya karena aplikasi yang dibuatnya tidak sama seperti yang dijanjikan.

Cak Lucky juga pernah bertemu dengan pembuat Zahir Accunting, penyedia aplikasi akuntansi yang dijual untuk tujuan UKM-UKM dengan harga 500 ribu-an, kata cak Lucky harga itu bisa lebih murah dan bakal lebih banyak pembelinya jika menggunakan teknologi Cloud Computing. Ditambahkan oleh cak Frederik, bahwa dikantornya Indosat memang akan dilakukan kerjasama dengan Zahir Accounting untuk memanfaatkan Cloud Computing yang mereka punya.

Business Model
Cak Lucky mengagumi business model seperti J Co ataupun Kebab Turki Baba Rafi, dia ingin mencari tahu faktor apa yang mereka miliki selain keberanian. Ditambahkan oleh cak Errika, salah seorang peserta yang pengurus HIPMI Jaya bahwa pernah bertemu pemiliknya dan bercerita bahwa saat ini Baba Rafi sudah memiliki enam ratus outlet dan memerlukan beberapa ton daging setiap harinya. Ada pula business model seperti Pesandelivery yang mana menyediakan usaha mengantarkan pesan makanan, dengan menyediakan transportasi dan bungkusnya.

Dilanjutkan dengan pertanyaan oleh Tyar Matematika02 yang ingin menanyakan definisi business model, dijawab oleh cak Lucky dengan bagan yang menggambarkan Business Meodel yaitu:
Supplier -> Value Proposition -> Construction

Dan definisi Business Model itu sebenarnya tidak tahu secara pastinya, tetrapi berupa sistem usaha yang kita lakukan, jika ada yang salah maka harus kita ganti business modelnya.

Business Ethic
Saat ini cak Lucky memang tidak memiliki kantor dan karyawan sendiri seperti perusahaan pada umumnya, kantornya virtual. Dalam berhubungan dengan karyawan, cak lucky sangat memperhatikan perlakuan baik dengan karyawannya, menggajinya tepat waktu, bahkan memberi kesempatan melakukan bagi hasil pendapatan perusahaannya jika karyawannya mau, dia tidak mau meniru pengusaha yang menumpuk kemewahan tetapi tidak memperhatikan karyawannya, cak Lucky masih mempercayai dengan balasan dari apa yang kita lakukan, dan sering mendengar cerita mengenai peristiwa yang dialami oleh pengusaha nakal.

Cak Lucky pernah mengalami sewaktu mengerjakan project dengan salah satu BUMN, mereka baru melakukan pembayaran setelah tiga bulan project selesai, padahal projectnya sendiri sudah memerlukan waktu delapan bulan, sehingga sebelas bulan harus menggunakan dana pribadi, termasuk untuk membayar karyawannya tepat waktu.

Cak Lucky bersyukur karena mendapatkan pengalaman bekerja di perusahaan asing, di BP Kalimantan Timur 7 tahun, dan di Microsoft Jakarta 7 tahun, bekerja secara profesional di tempat kerja, yang mana budaya seperti itu mungkin belum ada di perusahaan lokal, dia bercerita bahwa ketika di BP dengan atasannya yang orang asing ketika diluar kantor berteman seperti biasa tetapi besoknya ketika berada di kantor kembali lagi profesional sebagai bawahan. Cak Lucky juga bercerita bagaimana orang India bekerja, disebutkan bahwa mereke sangat pintar berbicara dan terbiasa hidup keras karena kondisi negaranya yang miskin, orang India biasa bekerja sampai jam dua malam dan kembali lagi memulai aktivitas jam 5 pagi dengan gaya hidup yang sederhana, dan itu sudah menjadi kebiasaan hidup mereka sejak kecil di negaranya karena kerasnya kehidupan disana.

Tidak Mau Hutang Bank
Dalam menjalankan usahanya, cak Lucky tidak mau melakukan hutang kepada bank, dan disyukurinya karena dalam menjalankan usahanya cak Lucky tidak memerlukan untuk membeli peralatan terlebih dahulu, karena ditambahkan oleh cak Faizal bahwa ada teman-temannya di HIPMI Jaya malah melakukan hal yang bertolak belakang, berhutang ke bank untuk menjalankan usahanya seperti jual beli properti, dan bagi sebagian orang, dengan berhutang dapat dijadikan sebagai cambuk dalam berusaha, karena akan lebih berhati-hati dalam melakukan usahanya, dan ditambahkan oleh cak Errika hutang tidak selalu ke bank bisa saja lewat koperasi dengan syarat yang lebih mudah. Ditambahkan oleh cak Lucky memang itu tidak bersifat mengikat, karena ada usaha yang memang membutuhkan modal besar untuk mengerjakannya.

Acara berakhir sampai pukul setengah tujuh, molor setengah jam dari yang dijadwalkan, dan diakhiri dengan foto bersama dan pemberian cindera mata, selama acara berlangsung, para peserta dipersilahkan untuk melakukan solat di lantai tiga.

Nara Sumber:
Cak Lucky Esa, T Informatika 85, Wirausahawan di bidang IT, mantan karyawan BP dan Microsoft

Para peserta yang hadir adalah:
1. Cak Nizar Ihromi Hidayat, T. Informatika 02
2. Cak Yanu Widodo, Poltek Elka 99
3. Cak Imam Baihaqi, T. Informatika 99
4. Cak Aulia Mahdi, T. Elektro 97
5. Cak Errika Ferdinata, Arsitektur 97
6. Cak Faizal, T. Elektro 97
7. Cak Frederik Nainggolan, T. Elektro 94
8. Cak Arif Eko P, T. Elektro ? (maaf lupa)
9. Ning Riris Nurbintari, T. Kimia 97
10. Cak Mochammad Djaohar, T. Elektro 89
11. Ning Khoiriyati, Matematika 02

Wednesday, October 20, 2010

Mengikuti Temu Alumni Studi Ekskursie angkatan 2007

Selasa 19 Oktober saya mengikuti acara temu alumni studi ekskursi angkatan 2007 di gedung Nyi Ageng Serang ruang Rapat BKW lantai 2, Jl. Rasuna Said Kuningan. Acaranya jam tujuh malam, saya rencana berangkat jam lima, tapi karena masih ada atasan saya dan juga kerjaan jadinya bisa keluar kantor jam setengah enam lebih, saya berangkat bawa motor karena trans bsd lewat depan kantor jam 5 lebih. Dari BSD saya lewat pamulang, ciputat, lebak bulus kemudian belok kiri ke ITC Fatmawati, blok M, dan nyebrang lewat jembatan layang karet kearah kuningan. Sudah beberapa kali saya lewat jalan serupa, tapi masih juga sempat kesasar sewaktu belok ke arah Fatmawati, ternyata dari lebak bulus tunggu belokan kedua, saya malah belok pertama ke arah pondok indah, dan sempat putar balik karena kalau lurus mengikuti jalan maka akan kembali lagi ke arah pondok pinang dan bintaro.

Dari blok M saya hafal jalan, saya lurus saja mengikuti jalan lewat ratu plaza, senayan, kolong semanggi sampai di halte busway karet setelah bendungan hilir saya belok kiri untuk menyabrang lewat jembatan layang karet lurus notok sampai ketemu kedutaan Malaysia belok kiri, saya ikuti jalan sebelah jalur cepat sampai ada rambu putar balik untuk sepeda motor, karena gedung acara ada di seberang jalan.

Gedung Nyi Ageng Serang ternyata merupakan gedung perpustakaan umum DKI, dan disewakan pula buat acara kawinan, didalamnya juga ada beberapa ruangan yang disewakan seperti yang digunakan untuk acara semalam, ruangannya berukuran sekitar enam kali lima belas meter, ada meja didepan dengan beberapa kursi untuk pembicara, dan kursi-kursi didepannya dibagi jadi dua kolom masing-masing lima kursi kanan dan kiri. Gedungnya ada di sebelah kiri gedung Gor Soemantri Brojonegoro, berderet setelah Taman Ismail Marzuki, dan Pasar Festival. Letaknya berdekatan dengan tempat tahun lalu yang ada di Wisma Kuningan Gor Soemantri Brojonegoro.

Setelah parkir motor di basement, saya memasuki halaman gedung, berpapasan dengan Daniel02 dan teman-temannya, saya masuk ruangan lobby, disana banyak angkatan 2007, saya telpon dan sms Wahib bilang sudah sampai di tempat, sempat kelihatan Ardhi03 yang buru-buru pergi ke basemen. Kemudian diantarkan angkatan 2007 ke lantai 2 lewat lift, dan sempat ditanyai angkatan berapa dan kerja dimana, saya bilang kalau angkatan 99 satu angkatan sama pak Arie MS dosen pendamping mereka dan sekarang kerja di Sigma tinggal di BSD. Keluar lift saya isi buku tamu dan memasuki ruangan, disana sudah ada Kamal sama Arie MS, beberapa waktu kemudian Wahib datang. Saya tanya kabar mereka, saya juga tanya ke Arie apa ga daftar S3 ke Taiwan yang ada di milis jurusan soalnya sudah S2 di Australia, dia bilang ga dulu, saya juga tanya emangnya pengen S3 dimana katanya ya terserah rejekinya dimana, saya juga bilang kalau pengen juga nerusin sekolah yang di Taiwan tapi harus ngurus transkrip dan ijazah dalam bahasa Inggris dan buat satu halaman proposal dalam bahasa Inggris yang bakalan susah bagi saya untuk membuatnya, saya juga bilang ga apa-apa kalau ga sekolah lagi sampai sarjana saja.

Awalnya kami duduk di baris belakang kemudian sama pembawa acaranya diminta duduk di baris depan, kami pun pindah duduk di baris kedua sebelah kiri ruangan sama anak angkatan 2002 dan 2005, kemudian ada Yogie01, Hadi01 sama teman-temannya datang dan duduk di baris depan kami, sedangkan di baris belakang kami ada angkatan 2006 sama 2004. Acara dibuka Arie MS sebagai dosen pendamping, kemudian kami semua para alumni diminta memperkenalkan diri, saya bilang bahwa nama saya Imam, angkatan 99, satu angkatan sama mas Kamal, pak Arie, sama mas Wahib, sekarang bekerja di Sigma, vendor lokal sebagai programmer Java. Acara dilanjutkan dengan makan malam dan hiburan nyanyi karena ada yang ikut Indonesian Idol, kemudian pertanyaan, ada lima pertanyaan, yang pertama ada yang bertanya tentang di kerjaan sekarang apakah sudah merasa puas atau belum dan apa cita-citanya di kerjaan, kemudian ada yang tanya kalau tidak bisa ngoding bagaimana, pilih mana idealis atau ambil kesempatan yang ada, bagaimana jadi spesialis di IT jika sekarang banyak pelatihan manajemen, dan bagaimana karir di IT buat cewek.

Acara selesai sekitar jam 10 malam lebih, kami pun pulang, saya pulang lewat jalan yang sama sampai rumah jam sebelas malam lebih.

Mengikuti Buka Bersama di Kediaman Pak Nuh

Saya berangkat dari kantor di BSD pukul 4.45 sore, sebetulnya sudah ijin ke atasan saya mau pulang jam setengah lima tapi karena ada kerjaan jadinya bisa berangkat agak sorean. Di jalanan juga macet, sampai di ratu plaza sudah Maghrib, padahal undangannya jam 5, tapi memang saya niatkan datang saja, meski disana cuma diam dan datang belakangan, saya juga tidak tahu lokasi acara tepatnya dan rutenya, yang saya tahu Jl. Widya Chandra itu di depan Planet Hollywood Gatot Sudirman. Saya kira daerah gatsu itu di terusan ratu plaza-senayan-karet-benhil-hotel indonesia, tetapi ternyata jl. Gatot Subroto itu melintang diatasnya, sewaktu melewati kolong di jembatan Semanggi saya beli bensin eceran dan tanya kepada penjualnya, syukurlah dikasih tahu soalnya saya punya pengalaman tanya jalan di Jakarta malah disasarkan. Dan untungnya pula saya beranikan bertanya soalnya kalo tidak saya bakal putar jauh soalnya sudah melewati jalan gatot soebroto.

Jadi ketika melewati kolong jalan berbentuk semanggi dari senayan ke arah karet jalannya satu arah yaitu belok ke kanan, tetapi dia sarankan lebih baik saya angkat motor saya dan naik di trotoar melawan arus kemudian putar balik melewati jalan layang yang tepat diatas kami sekarang. Sepanjang jalan Gatot Soebroto juga macet luar biasa, dan untuk sampai ke acara meski sudah sampai Planet Hollywood harus putar balik agak jauh, untungnya jalan yg arah sebaliknya sangat lengang.

Sampai di jl. Widya Chandra jam tujuh kurang, ternyata ada dua arumah yang rame didatangi orang-orang, ternyata setelah saya tanya ternyata ada acara buka bersama orang-orang ITB, tapi tidak tahu siapa nama menterinya. Disana orang informatikanya yang saya tahu ada saya, Wahib99, Ariq99, Ridha99, mas Nafiri Furqoni96, sama mbak Umi Azizah94. Nizar03 tidak jadi datang karena semalam sebelumnya bergadang, saya juga bertemu beberapa teman dari jurusan lain. Tanpa mengecilkan para alumni yang lain yang saya tahu, disana juga banyak tokoh-tokoh terkenal, selain pak Nuh, ada pak Widya Purnama mantan dirut Indosat dan Pertamina, pak Muhammad Nadjib anggota DPR, pak Agus Widjanarko Sekjen Departemen PU, pak Eko Djatmiko purek 4, dan pak Daniel M Rosyid sekarang jadi calon rektor, pak Dwi Sutjipto dirut semen gresik dan ketua PP IKA sekarang, pak Sutopo, pak Djawahir, pak Amir Hamzah, dan pak Helvy orang-orang IKA, ada juga mas Arif tekkim, mas Hambali, mas Djafar, Erik, mbak Fitri Latifah, dan Nelly teman-teman Prolead. Juga ada tamu orang non-ITS pak Dahlan Iskan dirut PLN.

Sesampai depan rumah pak Nuh, di depan pintu gerbangnya ada beberapa orang tukang foto dan peminta sumbangan, masuk ke halaman rumah pak nuh saya copot sepatu dan menaruhnya berjejer dan diberi nomer sepatu, di samping halaman itu ada mobil pelat merah pak Nuh. Kemudian saya isi daftar hadir yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Karena sudah jam tujuh maka setelah saya bersalaman dengan teman-teman angkatan dan beberapa rekan kenalan, saya langsung ambil wudlu dan solat Maghrib dulu. Rumah pak Nuh luas sekali, mungkin semua rumah menteri didesain sama, ada ruang yang lapang sekali mungkin sepuluh kali sepuluh meter yang bisa menampung banyak orang didalamnya, dan memang sudah dirombak buat ngatasi acara seperti itu karena di samping rumahnya ada pipa yang di beri lima buah kran buat air wudlu, para tamu wanita bisa wudlu di kamar mandi yang ada disebelah ruangan yang lain, sedangkan untuk solat menggunakan ruangan besar di tengah rumah yang juga digunakan para tamu beramah tamah, sedangkan di pinggir-pinggir ruangan disediakan meja-meja berbagai hidangan untuk berbuka.

Setelah solat Maghrib saya sungkan untuk mengambil hidangan, apalagi kebanyakan para tamu sudah berbuka, banyak juga se yang baru datang tapi mungkin sudah buka sebelumny, ya sudah sampai saya pulang saya tidak mengicipi hidangan yang ada, tapi entah mengapa saya merasa senang aja sampai acara selesai sekitar pukul jam sembilan. Saya kemudian mengambil tempat duduk dengan teman-teman seangkatan saya, saya cerita ke mereka tentang perjalanan berangkat saya. Tidak lama kemudian ada orang yang adzan Isya', saya jadi ingat waktu jaman-jaman kuliah dulu, meski sudah berumur bapak-bapak, tetapi ketika sudah berkumpul seperti tadi malam rasanya seperti merasakan seperti pengkaderan. Ariq sama Wahib ambil air wudlu, saya ngga soalnya masih punya wudlu. Kami kemudian sholat Isya berjamaah, setelah itu Wahib, Ariq, sama Ridha pulang duluan, ketika berdoa selesai solat Ariq sudah ada di pintu nunggu Wahib, Wahib sama Ridha masih ngobrol di bagian tempat yang lain di tempat wudlu-wudlu, dari jauh saya bilang ke Ariq, "Nanti aja pulangnya, aku mau dengerin pidato-pidatonya dulu, mau ikut sampai selesai". Setelah itu Wahib sama Ariq kirim sms mau pulang duluan, saya balas hati-hati di jalan.

Setelah itu pak Djawahir sekjen PP IKA-ITS membuka pidato meminta pak Nuh memberi pidato dan sebelumnya berdoa kepada pak alm. Karomul Wahid wakil ketua PP yang sudah almarhum dan kepada pak Herman Widyananda wakil ketua BPK yang sedang berobat ke China. Pak Nuh kemudian berpidato dan memimpin doa, beliau cerita kalau pak Karomul Wahid itu dulu teman waktu kuliah, ternyata anak profesor di ITS yang mana pasti orang-orang ITS dulu pasti mengenal ayahnya, juga bercerita bahwa ketika kuliah dulu pak Karomul sering membonceng beliau pake motornya karena waktu itu perawakan pak Karomul besar sedangkan pak Nuh kecil sehingga kemana-mana sering bersama-sama boncengan, dan mereka berdua dulu bagian membantu menggelar tikar dan menarik pipa buat wudlu buat jumatan.

Pak Nuh berpidato hanya sebentar, beliau kemudian mempersilahkan pak Dahlan Iskan untuk berpidato. Pidato pak Dahlan sangat panjang dan terperinci, beliau bercerita dari China daratan sepuluh hari untuk check up kesehatan, karena sudah berteman baik dengan dokternya, beliau pesan untuk memprioritaskan pak Herman Widyananda yang juga jadi pasien dokter yang sama. Ketika di China daratan pula pak Dahlan melihat pembangunan tower tertinggi di dunia yang berukuran 300 meter. Kata pak Dahlan sebetulnya gampang bangunnya karena bangunannya sederhana, seluas lapangan bola dengan bahan besi yang bagus, beliau bilang akan bangun tower serupa setinggi 301 di Bali sebagai Pembangkit Listrik Jawa Bali. Pak Dahlan juga bilang akan bangun pembangkit listrik tenaga matahari di lima pulau di Indonesia Timur, karena tenaga surya yang bagus itu di Indonesia timur, jika memang proyeknya untuk lima pulau itu bagus maka akan diterapkan di tempat lain. Beliau juga bercerita tentang batu bara yang diambil dari Sumatera yang untuk transportasinya ketika dibawa ke Jawa butuh ongkos yang banyak dan perlu jalur transporasi tersendiri lewat bawah laut, tapi sebelum membangunnya terlebih dahulu pak Dahlan ingin bangun daerah Sumatera terlebih dulu tempat tambang batubara berada.

Pak Dahlan juga bercerita bahwa sebetulnya tidak mau ketika ditawari jadi dirut PLN karena bukan seorang insinyur, tetapi setelah bertemu pak SBY yang bilang bahwa yang lebih dibutuhkan adalah leadership dan manajemen dan berbagai pertimbangan akhirnya pak Dahlan mau dengan beberapa syarat seperti tidak ada wakil dan memilih sendiri para direktur operasionalnya.

Mengikuti Young Alumni ITS Leadership & management Program 2010

Sabtu Minggu Tanggal 24-25 Juli ini alhamdulillah saya diterima mengikuti acara Program Leadership Young Alumni 2010. Program ini yang pertama diadakan oleh PP IKA-ITS dan akan diadakan tahunan sebagai kaderisasi IKA yang kedepannya diharapka bisa menciptakan kekuatan bersama yang selama ini dirasakan para almuni berjalan sendiri-sendiri, untuk prolead yang pertama ini acara bersamaan dengan acara Fun Futsal IKA ITS Jakarta Raya di Citos. Prolead berlangsung di Hotel Park Cawang. Hotel Park sendiri ternyata milik pak Musyanif, Teknik Sipil 73, presdir PP (Pembangunan Perumahan), BUMN yang didirikan Pak Karno karena punya keinginan untuk membangun perumahan untuk rakyat Indonesia, tapi dalam perjalanan aktualnya, saat ini PP membangun Hotel Indonesia Kempinski, Sampoerna Strategic Square, dan Hotel Park. Selain bekerja di PP, pak Musyanif juga mempunyai banyak usaha termasuk membangun Hotel Park berikut Park Apartement yang terletak bersebelahan. Ketika pak Musyanif dihubungi panitia prolead (mas Arief Hermawan Tekkim 95) untuk menjadi salah satu nara sumber, pak Musyanif bertanya tempatnya dimana, ketika dijawab di hotel Park, pak Musyanif berkata: "Loh itu khan hotel saya, ya sudah saya beri discount 50% buat bayar tempatnya". Ketika manajemen hotel menghubungi panitia untuk pembayaran, panitia bilang bahwa gak bayar penuh karena diminta sendiri oleh pemilik hotel dan minta agar bayarnya sabtu sore saja menunggu pak Musyanif datang mengisi acara jam 1, daripada nanti manajemen malah dimarahi oleh pak Musyanif karena memang diberi discount 50%.

Sabtu jam setengah tujuh pagi saya berangkat dari rumah menuju kantor untuk menitipkan motor, kemudian jalan kaki sekitar seratus meter ke halte bus depan German Center menunggu bus Mayasari Bakti 117 warna hijau jurusan Poris - Pulo Gadung. Sekitar jam tujuh kurang sepuluh busnya datang, busnya buatan agak lama, berusia lebih dari sepuluh tahun, tapi cukup terawat meski sudah mulai berkarat dan berbunyi ketika berjalan. Saya turun di UKI Cawang bayar sembilan ribu, setelah itu naik ojek bayar lima ribu, ternyata gedungnya cukup dekat bahkan dilewati oleh bus tadi tetapi putar jalan dulu lewat bawah tol, tukang ojeknya bilang bahwa nanti juga busnya lewat depan gedung untuk pulang ke BSD. Saya sendiri tidak tahu kalo ternyata dekat UKI dan dilewati bus 117, informasi yang saya dapat dari wikimapia dekat UKI dan UKI sendiri merupakan pemberhentian bus 117, jadi memang sudah saya rencanakan kalau turun di UKI dan jalan kaki jika nama hotelnya kelihatan, dan naik ojek jika tidak kelihatan.

Ketika sampai di hotel, saya dikasih tahu pihak informasi bahwa acara ITS ada di lantai 1, ruang Cendana 1 sebelah kanan lift, hotelnya kecil, baru beroperasi juga, dibangun 2002, tapi cukup rame, saya satu lift dengan seorang asing bersama anak laki-lakinya berusia sepuluh tahunan. Disebelah lift yang ada dua itu ada tangga yang pendek sekali jika lewat ke lantai satu. Saya menunggu dua lift itu sampai ground floor lumayan lama karena memang liftnya meski baru tapi diset jalan pelan biar lebih nyaman, dan lebih cepat sampainya kalo naik tangga karena memang hotelnya kecil tapi bermodel modern bersih. Sampai di depan ruang Cendana 1 saya bertemu cak Arief, cak Hamdani, dan Allaq. Semua anak tekkim berbeda angkatan. Cak Hamdani tekkim angkatan 91 jadi moderator di hari pertama, sedangkan Allaq peserta, tekkim 2003.

Acara dimulai pukul 8.30, para peserta memasuki ruangan Cendana 1, meskipun ada beberapa yang datang terlambat, kemudian mas Arief berpidato pembukaan, dan mengatakan bahwa selamat datang
kemudian memberi waktu sepuluh menit dan meminta kepada para peserta menentukan nama-nama yang menjadi koordinator angkatan, pembawa acara, pembaca doa, dirijen lagu Indonesia Raya, dan pembaca kesimpulan masing-masing materi karena di prolead ini tiap akhir materi akan dibacakan kesimpulan selama lima menit oleh peserta bukan oleh moderator. Mas arief kemudian keluar ruangan selama sepuluh menit meninggalkan peserta. Kemudian Fibrina T. Industri 99 maju didepan membacakan sekilas kertas yang berisi table peran-peran yang perlu diisi nama para peserta. Untuk pembawa acara Allaq karena sudah berpengalaman, sedangkan moderator dari panitia, moderator hari pertama cak Hamdani, hari kedua cak Jafar, T. Fisika 96 dan Ning Umi, T. Informatika 94. Koordinator angkatan prolead Fibrina T. Industri 99, Nizar TC02 baca doa pembukaan, begitu pula ditentukan para pembaca resume tiap session, semua peserta diserahi tugas. Saya sendiri diminta sebagai dirijen mengiringi lagu Indonesia Raya, ketika ditanya siapa yang mau jadi dirijen, semua peserta ga ada yang mau, ada rekan yang bilang saya saja jadi dirijen, yasudah ga masalah saya jadi dirijen, tetapi sampai acara prolead selesai tidak jadi ada menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Acara selesai pukul 17.30, saya pulang bareng mas Hanif, T. Sipil 96, dibayari naik taksi sampai BSD, rumahnya mas Hanif satu jurusan, ditengah perjalanan mas Hanif cerita ternyata temannya mas Torped T. Fisika 96 sama mas Jagir T. Mesin 96, sama mas Andri T. Informatika 97, SC Bakti Kampus saya dulu, mas Hanif dulu juga sama-sama jadi SC BK tapi di gugus yang berbeda.

Hari kedua, saya datang lebih siang karena sudah tahu tempatnya, naik bus 117 saya berhenti tepat di depan hotel Park bukan di perempatan UKI, sama dengan hari pertama saya aktif mengacungkan tangan untuk bertanya kepada para pembicara di setiap session tapi hanya beberapa kali diapprove oleh moderator karena teman-teman peserta yang lain juga melakukan hal yang serupa.

Tuesday, January 12, 2010

Regex

Regex kepanjangan dari Regular Expression, juga biasa disingkat RE, saya ingat mendapatkannya di Otomata atau Matematika Diskrit ketika kuliah. Pada dasarnya regex adalah suatu pola yang menggambarkan suatu text. Namanya muncul dari teori matematika. Kebanyakan dari post ini di copy dari http://www.regular-expressions.info, dan posting ini saya terjemahkan dari postingan saya sebelumnya Regex dalam Bahasa Inggris.

Regex adalah alat yang ampuh ketika kita sudah mempelajarinya, di project saya yg terdahulu menggunakan regex sebagai validator dari pojo-pojo saya dan sebagai validator dari nama file yg diapload ke aplikasi. Fyi, di aplikasi itu terdapat bagian upload file, dan file itu difilter terlebih dahulu oleh aplikasi, karena merupakan aplikasi report bank bulanan, jadi butuh mengetahui bahwa file yang diupload itu di bulan apa, maksud saya file itu harus diberi nama dengan pola tahun dan bulan di belakangnya.

11 Karakter Khusus (metacharacters)
- kurung kotak [
- backslash \
- the caret ^
- dollar $
- titik .
- the vertical bar or pipe symbol |
- tanda tanya ?
- tanda bintang *
- tambah +
- kurung buka (
- kurung tutup )
Jika ingin menggunakan metacharachter itu perlu didahului backslash, atau dua backslash kalo di program java.

Karakter yang tidak bisa dicetak
- \t untuk mencocoki karakter tab (ASCII 0x09)
- \r untuk enter (0x0D)
- \n untuk baris baru (0x0A)
- lebih jauh ada \a (bell, 0x07), \e (escape, 0x1B), \f (form feed, 0x0C) dan \v (vertical tab, 0x0B).
Dan sekali lagi kita butuh double backslash di java, satu backslash untuk regex biasa.

Mesin Regex
Merupakan software yang bisa memproses regex, mencoba untuk mencocokkan pola dari string yang diberikan.

Terdapat dua macam mesin regex: mesin text-directed dan mesin regex-directed. Jeffrey Friedl menyebutnya mesin DFA and NFA. http://www.regular-expressions.info berdasarkan mesin regex-directed, dan situs itu berdasarkan bahasa pearl. Pertama, saya mengira java juga regex-directed, tapi ternyata tidak, saya membuat program mini seperti yang ditulis di situs untuk mengetahui apakah java itu text-directed atau regex-directed, dan ternyata text-directed. Regexnya berupa regex|regex not dan stringnya berupa regex not, jika hasil pencocokannya regex maka mesin regex-directed. Jika hasilnya berupa regex not maka tex-directed. Dibawah ini code program saya dan outputnya berupa "Found 'regex not' at position 0":


public static void main(String[] args) {
Pattern p = Pattern.compile ( "regex|regex not", Pattern.CASE_INSENSITIVE ) ;
String text = "regex not";
Matcher m = p.matcher ( text ) ;
if ( m.matches() ) {
System.out.println ( "Found '" + m.group ( 0 ) + "' at position " + m.start ( 0 ) ) ;
}
else {
System.err.println("No found match");
}
}

Regex-directed selalu mengembalikan leftmost match, jika kita menerapkan regex cat ke string He captured a catfish for his cat, mesin akan mencoba mencocokkan token yang pertama di regex c ke karakter pertama di match H. Dan gagal. Tidak ada kemungkinan permutasi lain di regex ini, karena terdiri atas urutan karakter huruf. Sehingga mesin regex mencoba untuk mencocokkan c dengan e. Gagal juga, sampai mencocokkan dengan spasi. Sampai karakter keempat pencocokkan, c mencocoki c. Mesin akan mencoba mencocokkan token kedua a kekarakter kelima, a. Sukses juga. Namun kemudian t gagal mencocoki p. Di titik itu mesin mengetahui bahwa regex tidak bisa match dimulai dari karakter keempat. Maka berlanjut ke karakter kelima: a. Lagi c gagal cocok dan mesin berlanjut. Di posisi karakter ke15 dalam pencocokan, c bertemu c dan match. Mesin kemudian mencoba untuk match regex pada karakter 15 dan menemukan bahwa a match dengan a dan t match dengan t.

Regex tadi bisa match diposisi karakter 15. Mesin melaporkan match. Kemudian akan melaporkan tiga karakter dari catfish sebagai match yang valid. Dari titik ini mesin tidak pernah lagi memproses untuk melihat apakah ada match yang lebih baik.

Tapi di java yang termasuk text-directed, dia melaporkan tidak ada yg match, karena dia string yang dicocokkan ke regex, saya sudah mencoba regex cat dengan He captured a catfish for his cat, dan dia melaporkan bahwa tidak ada match, dia hanya menerima string cat.

Himpunan Karakter atau Kelas Karakter "[ ]"
Dengan himpunan karakter kita bisa memberi tahu mesin regex untuk match hanya satu dari beberapa karakter. Hanya dengan cara menempatkan karakter yang ingin dicocokkan diantara kurung kotak. Kita bisa menggunakan tanda hubung didalam kelas karakter untuk menentukan range karakter. [0-9] mencocokkan satu digit antara 0 sampai 9.

- \d untuk [0-9]
- \w singkatan untuk "word character", biasanya [A-Za-z0-9_]. Termasuk didalamnya garis bawah dan angka.
- \s untuk spasi
- Negasi, \D sama dengan [^\d], \W is untuk [^\w] and \S untuk [^\s]

Hati-hati ketika menggunakan negasi didalam kurung kotak. [\D\S] tidak sama dengan [^\d\s]. Yang terakhir akan match semua karakter yang bukan angka atau spasi. Sehingga akan match x, tapi tidak 8. Yang sebelumnya akan match semua karakter yang bukan angka, atau bukan spasi. Karena angka bukan spasi dan spasi bukan angka, [\D\S] akan match dengan semua karakter, angka, spasi atau lainnya.

Jika kita mengulangi satu kelas karakter dengan menggunakan operator ?, * atau +, kita akan mengulangi seluruh kelas karakter, dan bukan hanya karakter yang match. Regex [0-9]+ bisa match 837 juga 222. Tapi jika kita ingin mengulangi karakter, bukannya class, maka dibutuhkan backreference. ([0-9])\1+ akan match 222 dan bukan 837.

Negasi Kelas Karakter
Menulis ^ setelah kurung kotak akan menegasi kelas karakter. Hasilnya kelas karakter akan match dengan karakter apapun yang tidak ada di kelas karakter. Penting untuk diingat bahwa negasi kelas karakter masih harus matsh satu karakter. q[^u] tidak berarti: "sebuah q tidak diikuti sebuah u". Tapi artinya "Sebuah q diikuti oleh satu karakter yang bukan u". Ini akan tidak match q di Iraq. Akan match dengan q dan sapsi setelah q di Iraq is a country. Begitu pula spasi akan menjadi bagian dari match keseluruhan, karena merupakan "karakter yang bukan u" yang match dengan negasi kelas karakter regex diatas.

Metakarakter didalam Kelas Karakter
Bahwa karakter khusus atau metakarakter didalam kelas karakter adalah tutup kurung kotak (]), backslash (\), karet (^), dan tanda hubung (-). Metakarakter reguler adalah karakter normal didalam kelas karakter, dan tidak butuh didahului dengan backslash. Untuk mencari bintang atau plus, gunakan [+*]. Regex kamu akan berfungsi baik jika diberi backslash metakarakter didalam kelas karakter, tapi melakukannya akan membuat susah untuk dibaca.

Untuk memasukkan backslash sebagai karakter tanpa maksud khusus didalam kelas karakter, perlu diberi backslash lagi. [\\X] match sebuah backslash atau sebuah x. Tutup kurung kotak (]), karet (^) dan tanda hubung (-) bisa dimasukkan dengan ditambah backslash, atau dengan menempatkannya dalam posisi dimana mereka tidak butuh arti khusus. Direkomendasikan metode terakhir karena lebih mudah untuk membacanya. Untuk memasukkan karet, tempatkan dimanapun selain setelah kurung buka. [x^] match x atau karet. Kamu bisa meletakkan kurung tutup setelah kurung buka atau karet negasi. []x][^]x] match semua karakter yang bukan kurung tutup atau x.Tanda hubung bisa diletakkan setelah kurung buka, sebelum kurung tutup, atau setelah karet negasi. Dua duanya [-x] dan [x-] match x atau tanda hubung.

Dot Match (Hampir) Semua Karakter
Dot match satu karakter, tanpa memperhatikan karakter apa itu. Hanya ada satu pengecualian yaitu karakter baris baru. Sehingga dot kependekan dari [^\n].

Anchor

Anchor tidak match karakter apapun, dia match satu posisi sebelum, setelah, atau diantara karakter. Dan mereka match yang Zero-Length.
• karet match posisi sebelum karakter pertama dari string
• $ match setelah karakter terakhir dari string
• \b match di posisi yang disebut "word boundary"

Menerapkan ^a dengan abc match a. ^b tidak match dengan abc karena b tidak bisa dimatch setelah awal dari string, yang dimatch oleh ^. Sedangkan c$ match c di abc, sedangkan a$ tidak match.

Ada empat posisi berbeda yang memenuhi kualifikasi sebagai word boundary:
• sebelum karakter pertama dari string, jika karakter pertama adalah \w
• setelah karakter terakhir dari string, jika karakter terakhir adalah \w
• Diantara sebuah \w dan sebuah karakter non-word mengikuti setelah \w
• Diantara sebuah \W dan sebuah \w mengikuti setelah \W

Di mesin regex, \bis\b akan match This island is beautiful. Spasi adalah karakter non-word, dan yang lainnya karakter word. Mesin dengan sukses match kata is dalam string. Jika ktia menggunakan regex is, ini akan match dengan is di This.

Alternatif "|"
operator alternatif memiliki presedence terbawah dari semua operator regex. Yang mana memberi tahu regex mesin untuk match apakah semua di sebelah kiri vertical bar, atau semua sebelah kanan vertical bar. Jika kita ingin membatasi jangkauan alternasi, maka butuh kurung untuk grouping.

Opsional "?"
Bersifat greedy. Tanda tanya memberi mesin regex dua pilihan: coba match bagian dari tanda tanya, atau tidak mencoba match. Mesin akan selalu mencoba match bagian itu. Hanya jika hal ini menyebabkan keseluruhan regex untuk gagal, maka akan terus mengabaikan bagian dari tanda tanya itu.

Akibatnya adalah jika menerapkan regex Feb 23(rd)? ke string Feb 23rd, match akan selalu Feb 23rd dan bukan Feb 23. Kamu bisa membuat tanda tanya lazy (mematikan greediness) dengan meletakkan tanda tanya kedua setelah yang pertama.

"?,*, +,{}"
- ? opsional, 1 or 0
- * 0 atau lebih repetisi
- + 1 atau lebih repetisi
- {} membatasi repetisi, sintaksnya {min,max}, jika kita ingin membatasi n repetisi maka sintaksnya adalah {n}

Mereka greedy, misalnya kita inginmenerima tag html dengan regex: <.+>. Ketika kita coba test dengan satu string seperti This is a first test. Kita mungkin mengharapkan regex untuk match dan ketika melanjutkan setelah match itu. Namun tidak. Regex akan match dulu. Yang jelas bukan yang kita inginkan. Alasannya adalah bahwa plus bersifat greedy. Yang mana plus menyebabkan mesin regex untuk mengulang token sebelumnya sesering mungkin. Kecuali jika regex gagal, maka mesin regex akan backtrack. Yang mana, hal ini kembali ke plus, membuatnya memberi iterasi yang terakhir, dan memprosesnya dengan sisa regex.

Untuk memperbaikinya:
• laziness, dengan menambahkan "?", maka regex akan menjadi <.+?>
• solusi yang lebih baik tanpa backtracking: Menggunakan greedy plus dan negasi kelas karakter <[^>]+>

Grouping dan Backreference "()"
Selain mengelompokkan regex, tanda kurung juga membuat backreference. Backreference menyimpan bagian dari string yang match dengan bagian dari regex didalam tanda kurung.

([a-c])x\1x\1 match axaxa, bxbxb and cxcxc. \1 disebut backreference ([a-c]). dan di java butuh dua backslash. Contoh yang lainnya adalah <([A-Z][A-Z0-9]*)\b[^>]*>.*? yang match sepasang buka dan tutup tag HTML, dan text diantaranya, seperti text bold atau italic.

Java juga mendukung forward reference, yaitu: Kita bisa menggunakan backreference untuk satu grup yang muncul setelah regex. Biasanya hanya berguna jika mereka didalam group yang berulang. Misalnya (\2two|(one))+ akan match oneonetwo.

Friday, December 25, 2009

Mengikuti Rapat Kerja Nasional IKA ITS Th 2009


Jumat tanggal 18 kemarin saya diajak cak Danang ikut Raker atas nama lembaga Yayasan Tunas Unggul Bangsa-IKA ITS Jakarta Raya (YTUB). Saya senang sekali, meski bukan jadi siapa2 saya bilang ke dia kl bisa ikut, tapi Jumat doang, hari pertama, soalnya sabtunya lembur masuk kantor.

Berikut ini link berita acara yang saya jadikan artikel di situs YTUB. Saya jadi admin di situs itu, meski situs daftar donatur tidak kepake, hanya dijadiin link kecil dalam situs resminya, gpp, saya besarkan hati saja, saya bulatkan niat untuk ikut terus ikutan saja, saya niatkan beramal saleh, cari kegiatan diluar rutinitas kantor.

http://www.tunasunggulbangsa.or.id/artikel/7/rapat-kerja-nasional-ika-its-th-2009.html

Sunday, November 8, 2009

Indonesia Bersatu di Bundaran HI

Minggu pagi 8 November 2009, aku sampai di stasiun Rawa Buntu jam 7 lebih, sebetulnya janjian sama Yanu teman sekantorku jam setengah tujuh di stasiun Serpong, tapi aku bangun kesiangan, hari-hari terakhir ini aku susah tidur, bisa tidurnya pas larut malam, solat subuh juga siangan, aku bilang ke Yanu aku ke stasiun Rawa Buntu saja karena lebih dekat, ngejar kereta ayam yang jam 7 pagi, nanti naik gerbong yang paling belakang ketemu disana. Rute rel kereta melintas dari stasiun Serpong ke Jakarta melewati stasiun rawa Buntu, kecuali kereta ekspres pasti berhenti dulu di stasiun Rawa Buntu, dari rumah ke stasiun Serpong kurang lebih 6 km, sedangkan ke stasiun Serpong 2 km, oleh karena itu aku parkir motorku di stasiun yg terdekat.

Ternyata sampai di stasiun sudah terlambat, Yanu sms aku kalo keretanya sudah berangkat, dia duduk di gerbong terakhir, lantas aku balas smsnya bilang maaf karena terlambat, dan beli tiket kereta selanjutnya jam setengah delapan kata penjual tiketnya. Aku beli tiket kereta Ciujung, ber-AC, Jakarta - Tanah Abang, 4500, kalo kereta ayam pemberhentian terakhir di Pasar Senen, 1500an, aku pernah naik kereta ayam waktu ke user karena ngejar jam pagi, turun di stasiun kemayoran. Aku dikasih tahu Yanu kalo nanti turun di stasiun Palmerah, sebelum stasiun Tanah Abang setelah stasiun Kebayoran, kalo naik kereta Ciujung lebih nyaman karena tidak perlu desak2an dan setiap keretanya berhenti aku selalu tahu nama stasiunnya, kalo naik kereta ayam selain was was karena takut dirampok, juga kesulitan sedang berhenti distasiun apa, karena desak2an dan tidak bisa melihat jelas papan nama stasiunnya.

Belum setengah delapan, keretaku sudah datang, aku naik di gerbong tengah pas ketika kereta berhenti di tempat aku menunggu, aku berhenti di stasiun Palmerah, ketemu Yanu, sepertinya dia kira aku naik di gerbong belakang soalnya dia datang menunggu dari arah gerbong yang belakang, kami lantas naik bus kota, jurusan Semanggi, aku lupa nama busnya, tapi kami jalan dulu agak jauh, tidak keluar di pintu stasiun tapi jalan menyusuri rel terlebih dulu, sampai di jalan raya pun masih lewat tangga setapak ke jalan raya yang diatas, Yanu hafal jalan-jalan itu soalnya dia di user di daerah Karet sekitar Semanggi. Di perjalanan bilang kalau angkatan 99 banyak aktivisnya, dia juga angaktan 99 ambil poltek kapal terus ke Elektro, abis itu ke Poltek Elka. Waktu kuliah dulu dia satu kos sama Budi Nugroho, sama Arie Shiddiq, aku bilang ke dia dulu Budi jadi Senator, sekarang dosen di UPN sudah punya anak satu, sedangkan Arie jadi dosen di TC, selain itu dulu anak TC yg mungkin Yanu kenal ada Arief Kemalsyah yang jadi kahima dua kali sama Rahmat Hidayat.

Kami naik bus kota turun di Semanggi, habis itu naik busway turun di bundaran HI, awalnya info yang aku dapat dari milis jurusan acaranya di Monas, aku dikasih tahu adik kelasku kalo ada acara demo Minggu pagi jam 8 di Monas, temannya dia ikut dan bilang ke dia untuk mengajak massa sebanyak banyaknya, tapi pas aku ketemu Yanu Sabtu kemarin dia bilang acaranya di HI, mungkin juga ada di Monas, soalnya bakal ada long march, awalnya dia bilang jam tujuh, dan rencananya berangkat naik kereta jam setengah enam, tapi aku bilang terlalu pagi, naik kereta yang jam tujuh saja, sampai disana jam delapanan, dan ternyata diamini sama Yanu soalnya dia lihat berita di Metro TV acaranya jam delapan tapi di HI bukan di Monas. Aku benar-benar ketinggalan berita, kerjaanku saat ini gila2an, selalu pulang larut berangkat pagi, yang lebih bikin capek tempatnya jauh di Kemayoran, dua jam perjalanan kalo pagi hari, sampai rumah aku biasanya sudah kecapekan langsung istirahat, aku ga begitu ngerti masalah persoalan KPK ini, hanya saja aku tertarik banget untuk ikut demo ini soalnya walau mengikuti sedikit beritanya aku merasa prihatin untuk pihak Bibit-Candra.

Waktu di busway, aku lihat sudah mulai banyak orang-orang berkumpul di sekitar air mancur bundaran HI, sebagian pake slayer "Tuntaskan Korupsi" atau kalimat sejenis, kain berukuran kira2 50cm*7cm yang dipotong2 pake gunting, ada yang berwarna putih, hijau tua, atau hitam, ada yang diikatkan di kepala ada juga yang diikatkan di lengan, disitu juga aku lihat ada panggung seperti konser musik kecil2an. Busway berhenti di halte bundaran HI, halte itu berada agak jauh letaknya setelah bundaran HI, waktu jalan kaki ke bundaran HI kami melewati Wisma Nusantara gedungnya TVOne, di depan ada juga panggung sepertinya sedang ada acara musik untuk tv, waktu itu sedang menyanyi group musik yang aku ga tahu namanya tapi lagunya sering dengar di radio "Aku tertipu, Aku terjebak, Aku terperangkap, Dalam gairahmu...". Aku sering dengar lagu itu soalnya tiap hari aku mendengarkan radio waktu dalam perjalanan ke user di Kemayoran.

Waktu aku sampai bundaran HI, sudah ada ada Adi Massardi yang tengah membacakan puisinya "Negeri Para Bedebah", aku tahu puisi itu dari milis, sepertinya acaranya sudah mulai dari tadi tapi orang2 masih tidak begitu banyak yang datang, aku sama Yanu bisa menerobos massa di depan dan dapat tempat yang cukup jelas kurang lebih sepuluh meteran dari panggung. Setelah membacakan puisinya gantian MC yang mengambil acara, MC-nya ada dua, Indra Bekti sama Sandrina Malakiano, dua-duanya pake kacamata hitam, Sandrina memakai baju hitam berjilbab, Indra pake topi yang khas dia pakai. Habis itu mereka panggil group band dari Yogyakarta, "Kill The DJ", samar aku pernah dengar nama band itu, mc-nya bilang kalo di internet pasti banyak denger lagu mereka, lagunya rap, syair awalnya "Ono cicak nguntal boyo, seragam cokelat gowo godo", dst... setelah menyanyi vokalisnya diminta menerjemahkan artinya, dia bilang artinya "Ada cicak melahap buaya hidup2 ada polisi bawa pentungan".

Setelah itu mereka panggil tiga orang untuk berpidato, ada Effendi Ghozali, bapak yang aku lupa namanya, sama Eeep Saefullah suami Sandrina, Pak Effendi Ghozali baca puisi awalnya berima i-i-i-i, aku lupa puisinya seperti apa, tapi ada kata2 Republik Mimpi, acara tv yang dia bawakan, sama "hihihi" bait terakhir yang dia bawakan seingatku seperti itu, selanjutnya Bapak yang kedua berorasi, aku lupa detilnya tapi mungkin dia bilang kalo jangan benci institusinya, tapi benci korupsinya, jangan benci kepolisian, DPR, apalagi KPK, tapi orang2 korup didalamnya, sedangkan bapak Eep Saefullah kasih yel yel baru, jika dia teriak "Cicak" kami jawab "Hidup", dia teriak "Koruptor" kami jawab "Mati", dan jika dia teriak "Presiden", kami jawab "Bangun", yel yel sebelumnya jika MC Indra/Sandrina tanya "Siapa Cicak", maka kami jawab "Saya", habis itu serentak kita bilang "Cinta Indonesia Anti Korupsi" aku lupa persisnya tapi kira2 seperti itu.

Setelah itu berurut-urut ada group musik KCP, atau KJP ya, awalnya aku kira para pemain film KCB, ternyata grup band dari gang pegangsaan sama ustadz siapa gitu dari gang pegangsaan yang juga menyanyi, terus ada group band "Efek Rumah Kaca". Mereka nyanyi lagu "Mosi Tidak Percaya" "Semua Bisa Jadi Presiden", atau apa gt aku lupa judul tapi lagunya enak2. Setelah itu ada Oppie yang menyanyikan lagu "Peter Pan", sama "Andai Aku Jadi Orang Kaya", Oppie ganti liriknya yg aslinya "Andai Aku jadi Orang kaya, Ga usah pake kerja" diganti dengan "Andai kita jadi orang kaya, Ga usah pake korupsi", habis itu ada Happy Salma yang membacakan puisi kemudian diiringi dengan Kill The DJ, Happy memakai baju hitam barangkali karena siang yang panas. Terakhir sepertinya penampilan Slank, sama Once juga datang tapi sepertinya ga nyanyi, aku ga tahu soalnya jam waktu itu 11an, perutku sakit, ternyata udah selesai, aku sama Yanu cari toilet, kami ke mall Grand Indonesia untuk buang air, fisikku benar2 lemah, kepalaku pusing selain emang benar2 panas, pasti ini gara2 kerja yang pulang larut terus.

Di tengah-tengah acara, Indra dan Sandrina juga mengundang Erry Eriansyah mantan ketua KPK kalo ga salah, yang meminta kepolisian untuk menahan dia jika menahan Bibit-Candra, Bpk Usman siapa gitu creator dukungan satu juta facebookers untuk Bibit-Chandra, sama ketua komnas HAM pengganti Munir untuk berorasi, ditengah-tengah pidato salah satu mereka ada yang membawakan foto besar Anggodo memakai seragam polisi, ada juga yang membawa boneka buaya berwarna biru.

Selain itu Indra dan Sandrina juga mengundang penonton keatas panggung, mereka panggil lima orang anak muda untuk teriak "Cicak", ada juga minta dua orang untuk berorasi, ada Charles dari Priuk, ada juga ibu rumah tangga, waktu ibu itu berorasi keliru apa gitu pokoknya menghujat KPK, sama Sandrina dikasih tahu kalo semua orang yang ada disitu mendukung pemberantasan korupsi dan mendukung sepenuhnya KPK, keseumua penonton itu dihadiahi kaos atas partisipasinya. Indra dan Sandrina juga mengundang dua orang mahasiswa yang melakukan aksi mogok makan, satu cowok, satu cewek, yang cewek mengunci mulutnya sama plester, yang cowok menaruh plesternya di kaosnya, ketika ditanyai sudah berapa lama melakukan aksi itu, dia bilang dua hari mereka mogok amkan, kemudian dia berteriak "Hapus Bersih Korupsi di Indonesia".

Aksi itu berakhir sebelum jam sebelas, memang cuacanya panas banget, kalaupun sampai sore aku sama yanu bakal pulang duluan ga ikut sampai akhir, kami pun pulang naik buswa turun Ratu Plaza kemudian menunggu transBsd yang datang jam 12an, sebelum ke halte busway kami beli es cendol dipinggir jalan, sambil melihat ada pembakaran boneka buaya di sebelah bundaran HI berseberangan dengan panggung.

Monday, October 26, 2009

Searching Menggunakan Limit Dengan Hibernate



Post ini melanjutkan catatan sebelumnya tentang membuat google wannabe paging.

Terdapat banyak cara untuk mendapatkan qury limit di hibernate, terdapat HQL (Hibernate Query Language), Criterion, atau native sql. Saya akan memberi tahu bagaimana caranya dengan menggunakan HQL. Bagi saya HQL itu sederhananya SQL menggunakan POJO (Plain Old Java Objetct) hibernate, Object yang merepresentaiskan tabel2. Misalnya jika tabel dengan nama LOG_ACIVITY maka POJO bisa berupa class dengan nama LogActivity. Jika SQL seperti : "SELECT * FROM LOG_ACTIVITY", maka HQL-nya cukup berupa: "FROM LogActivity", dan HQL memiliki banyak fungsi.

Dalam catatan ini saya tidak hanya memberitahu bagaimana mendapatkan record2 mulai 1 sampai 100, tapi juga pencarian yang menggunakan parameter, seperti mendapatkan record mulai kemarin sampai sekarang untuk seratus record yang pertama.
1. Dapatkan kriteria pencarian. Nilai defaultnya '*'. Misalnya field username, jika ada nilai dari input seperti "imam" maka username = "imam", selain itu username="*"
2. Hitung total record berdasarkan kriteria tadi
3. Miliki konstanta berapa record yang ditampilkan di tiap halaman, misalnya 10, dan jumlah record itu juga bisa disimpan dalam parameter.
4. Saya bagi total record dengan konstanta tadi sehingga saya dapatkan total halaman buat paging.
Saya lakukan query dengan sintaks yang samaketika saya mencari jumlah total record (sintaks itu saya jadikan menjadi method tersendiri), namun kali ini untuk mendapatkan record bukan jumlah record.
6. Saya lempar seluruh variable (page, totalPages, listPages, perPage, totRecord, recordList, qName, qDate, etc etc), dimana
- page = page yang diminta, misalnya page 13
- totalPage misalnya 5
- listPage misalnya 5
- perPage, berapa record yang ditampilkan di tiap page
- totRecord, karena akan dimunculkan di aplikasi
- recordList
- qName, qDate, dan variable lain sebagai parameter pencarian yang disimpan dalam session.

Berikut code snippednya, yang pertama metgod untuk mendapatkan jumlah record, yang kedua untuk mendapatkan record yang sebenarnya, sedangkan buildQueryString adalah methodd yang menghasilkan sintaks Hql dengan parameter criteria=nam dari field2 pencarian seperti username, dateFrom, dateTo, dan parameter kedua adalah nilai question dari field2 pencarian, saya set "*" jika null atau empty.

public Long getLogActivitiesSearchingPagingCount(String criteria, String
question) {
String queryString = "select count(*) " + buildQueryString(criteria, question);
Long total = (Long) getSession().createQuery(queryString).uniqueResult();

return total;
}

public List getLogActivitiesSearchingPaging(int start, int length, String
criteria, String question) {
List logActivities = getSession().createQuery(buildQueryString(criteria, question))
.setFirstResult(start)
.setMaxResults(length).list();
return logActivities;
}

Sunday, October 25, 2009

Cerita SE 2006

Teman2 ini ceritaku pas SE 2006 di Graha Wisata Kuningan.

Selasa, tgl 20 Oktober kemarin aku masih di user, Wom Finance, di MGK (Mega Glodok Kemayoran), disana lagi UAT, aku ijin pulang sore, biasanya pulang malem, tapi pas UAT gini ga terlalu malem paling jam 9 sudah pulang, tapi sampe BSD bisa jam 10 atau jam 11an. Kl pulang biasanya barengan sama rekan2 kantor, kadang2 travel kantor, taxi, atau ada rekan yg bawa mobil bareng dia terus di reimburse.

Aku pulang jam setengah 6an, sebetulnya ijin jam 5an tp ternyata tiba2 ada kerjaan jadi pulang jam segitu, aku naik bajaj, soalnya ga tau kalo ke halte busway naik angkot apa, kl naik ojek kebetulan gada, abis itu aku turun di halte busway pasar baru. Disana aku tanya2 kl mau ke kuningan lewat mana, petugasnya bilang turun halte Matraman, abis itu ke Dukuh Atas. Ketika menuju ke Matraman aku bawannnya was-was aja takut2 kl nyasar, soalnya lewat Salemba UI, dsb, yg aku lihat Salemba itu di Jakarta Pusat, padahal Kuningan di Selatan. Tapi aku bawa santai aja kalopun kesasar ya tinggal pulang. Tapi akhirnya sampe juga di Dukuh Atas.

Sampe dukuh atas aku inget soalnya dulu juga lewat rute yang sama, tapi sekarang sudah beda, seingatku dulu kl udah sampe dukuh atas aku jalan panjang dan antri panjang di jalan koridor gt, sekarang ga lagi aku ga perlu naik tangga terus antri gt soalnya pintu buswaynya sekarang ada di bawah, bus yang ke Ragunan ada di pintu paling pojok belakang. Sampe di bus aku masih keliru tak kirain ada halte Pasar Festival deket halte GOR Soemantri, ternyata ga ada jadinya kelewatan, aku turun di Mampang terus naik balik busway turun GOR Soemantri, aku sampe tempat kira2 setengah delapanan, aku ga solat Maghrib.

Di pintu masuk aku ketemu sama Wahib, mas Wongky, Bawenang, Galih01, sama yg lain, aku ngobrol sama Bawenang, dia bilang ntar pulangnya bareng aja, soalnya kaya tahun kemarin aku pulangnya bareng Bawenang, aku bilang oke tapi nanti kl eli dateng ntar pulangnya bertigaan. Habis itu aku masuk ruangan, didalam semua pada pake batik, terus aku duduk deket sama dua anak 2006, ngobrol2, mereka tanya angaktan berapa kerja dimana, aku terus bilang ke mereka kl temen angkatanku yg jadi dosen tuh ada Anny, Siddiq, sama dulu Medi, trus temen yg jadi dosen SI ada Rully. Mereka bilang kl adiknya Anny itu angkatan 2006 juga, ikut SE juga, abis itu kl Siddiq sekarang sudah pulang ga di Australia lagi, abis itu dulu sempat diajar grafika sama Medi. Mereka bilang kl Medi ikut suaminya di Jakarta ga ngajar lagi, aku bilang ke mereka kl sekarang Medi masih ngajar tapi di Binus.

Habis itu semua dipersilahkan duduk di depan, aku cari ruang yang kosong, duduk di deret ketiga di belakangnya wahib, Wahib duduk dekat mas Lucky Esa, deret ketiga masih kosong, sedangkan sebelah kiriku banyak anak2 2002 dsb, aku ga gt apal. Kursi2 di susun mirip ruang kuliah, ada 4 kolom masing2 kolom ada 6-7 barisan, berbentuk U ditengah depannya ada meja panjang buat nara sumber. Aku duduk di kolom sebelah kanan yg menghadap meja panjang tadi. Habis itu ada mas Wongky, mas Deku, sama mas Abi duduk di belakangku, aku salaman, bilang minta maaf sekalian lebaran, habis itu eli datang duduk sebelah mas Aby.

Habis itu panitia mempersilahkan beberapa orang untuk menjadi nara sumber, ada mas Lucky Esa 85, Aris Kumara 2002, mas Wongky 98 sama dosen cewe angkatan 2004. Habis itu ada 2 anak 2006 yang bertanya, salah satunya dia tanya tentang pentingnya ilmu berkomunikasi di dunia kerja.

Mas Lucky cerita kalo dia angkatan pertama, kuliah 8 tahun, habis lulus sempat jobless lama di surabaya, abis itu ditawari sama orang BP untuk bekerja di BP tapi di pedalaman kalimantan, dia di BP selama 8 tahun habis itu ketrima di Microsoft dan bekerja di sana selama 8 tahun, dia putuskan untuk keluar, ambil S2 dan jadi pembicara di banyak tempat, dia cerita Microsoft sendiri minta dia balik tapi dia tidak mau, waktu mau pulang dia juga cerita kalo ada orang google dari Amerika datang ke dia buat konsultasi, dia juga pernah diajak ke kantornya google di luar negeri, dia juga berencana mau ambil S3.

Aris bercerita kalo dia tidak sempat bertemu sama angkatan 2006 karena sudah lulus, dia juga bercerita enaknya kalo kerja di IBM, kerjaan bisa dikerjakan di rumah asal tanggung jawab, jam kerja juga fleksibel, dia cerita kalo anak TC yg di IBM ada Amiril Muknimin2002, Roy2002, Eddie Tjandra, mbak Dewi, sama Januar00. Dia cerita kerjaan dia banyak presentasi, dia juga cerita kalo harus percaya diri, dia bilang waktu di training di Hong Kong, bertemu sama anak2 IBM dari negara lain, dia bilang yg dari India yang pinter2 malah tidak lulus trainingnya. Dia bilang IBM mau ada rekruitmen buat karyawan kaya dia dia minta anak2 2006 mendaftar karena IBM punya list universitas2 yg sudah diakui dan ITS ada didalamnya.

Habis itu ada mas Jayus atau siapa lupa ku namanya yg duduk di belakang yg pernah kerja di IBM selama 7 tahun, dia angkatan 85 temennya mas Lucky, dia dateng sama istrinya mbak Sri yg 5 tahun dibawahnya berarti angkatan 90 sama anak putrinya, dia dipersilahkan bicara sama mas Lucky, dia cerita kl IBM tuh perusahaan gila karena mau terima karyawan kaya dia, dia juga kuliah 8 tahun, waktu interview dia ditanyain sama bosnya mau ngga dateng tanggal sekian buat tes atau apa gt, dia bilang ga mau, terus ditanyain lagi kenapa, dia bilang soalnya mau naik gunung, habis itu dia langsun diterima. Sedangkan mbak Sri cerita kalo dia itu dalam angkatan yang beruntung karena waktu itu masih sedikit anak Informatika, tidak seperti sekarang yang banyak sarjana informatika, dia juga bilang kalo kelebihannya ITs tuh tidak ada ITS connection, kl ITB UI khan ada, kl di ITS ga ada, dia bliang dia terapkan sama dia sendiri, dia bilang waktu ngetes karyawan masuk dia tidak peduli apa anak ITS apa bukan, kalo bagus ya diterima. Dia juga cerita bagi yang pengen kerja di Singapura ada Singapore Connection, kaena Singapura tuh cari karyawan2 yang berpengalaman, Singapore Connection tuh memfasilitasi tempat selama 6 bulan untuk cari kerja di Singapura.

Mas Wongky cerita kalo dia waktu lulus juga daftar di IBM, tapi dia telat buka email yang ternyata dia dapat email ketrima di IBM, sebelumnya anak2 2006 kunjungan ke Mandiri dan memperkanalkan ulang posisinya di Mandiri, dia cerita di Mandiri tahun 2005, dia bilang awal dia masuk masih sedikit anak ITS, sekarang sudah banyak, dia bilang kalo sejak ada pejabat Mandiri yg dari ITS, aku lupa namanya sekarang Mandiri punya kepercayaan lah sama ITS. Dia juga bilang tentang pentingnya networking, dia bilang bahwa di Mandii, pas dia ketemu sama permasalahan banking dia tanya2 sama temen2nya yang kerja di banking untuk pecahin masalah itu, jadinya dia bisa menyelesaikan masalah itu. Waktu makan bersama juga mas Wongky cerita kalo anak 99 yg di Mandiri itu ada Liga sama Firstiar, Roy di Singapura, Maman mau ke Kalimantan.

Habis itu mas Aby unjuk jari, dia malah ngobrol yg paling panjang, suasana malah jadi kaya Format, dia bilang abis ini mau pulang, ga ikut makan malam, dia bilang banyak hal, dia bilang di dunia kerja harus PD, belajar menghadapi orang, dia bilang dulu mana berani pidato seperti itu, dia juga bilang jangan terlalu idealis, di kantornya saja dia bilang pekerjaannya bukan sebagai software engineer tapi excel engineer, habis itu dia bilang kalo yg didepan itu khan success story semua, barangkali perlu juga fail story, dia juga bilang kalo di bidang dia yaitu mining khan top2nya kalo diterima di Halliburton atau Schlumberger, padahal khan belum tentu ketrima disana.

Habis itu aku beranikan diri juga untuk bicara, aku bilang ke mereka kalo karirku tuh jelek, aku kerja di vendor lokal, itu pun sebagai programmer, sebelumnya juga pindah2 kantor terus, aku juga sebetulnya tidak ada bahan untuk dibicarakan, tapi melihat mas wongky sama mas aby bicara, maka aku beranikan untuk bicara, aku bilang ke mereka kalo sebelumnya pikirku mau datang apa ngga, wis akhirnya aku dateng aja kali aja nanti bisa bertemu sama kakak2 kelas, abis itu aku bilang ke mereka sebetulnya aku tidak punya kompetensi yg bagus tentang dunia kerja la wong karirku juga jelek, tapi aku ceritakan ke mereka pidato pak mushonif dulu pas pembekalan wisuda kl di dunia kerja tuh yg penting attitude, dia bilang attitude 99%, skill cuma 1%, abis ituaku juga bilang kl mau sukses tuh agamanya harus kuat, terus aku bandingkan pakaiannya anak2 2006 sama anak2 SGU, aku memuji pakaiannya anak 2006 bagus pake batik, aku bilang jika kuat tidaknya agama seseorang direpresentasikan sama pakaiannya maka aku seneng sama anak2 2006 karena pakaiannya bagus berarti agamanya juga kuat.

Habis itu acara ramah tamah sama makan malam, aku diem tok sepeti biasanya, tapi aku bawa santai aja, aku semeja sama Eli, mas Wongky sama anak 2004 yang ketrima di Mandiri. Wahib ada di meja depanku. Habis itu foto bersama terus pulang, aku pulang bareng eli naik taxi tarif bawah ke stasiun terus naik kereta jam 11 malam, sampe di stasiun Rawa Buntu aku naik ojek ke German Center karena aku parkir motor disana.

Wednesday, September 30, 2009

Membuat Google Wannabe Paging



Alhamdulillah, aplikasi Tunas Unggul Bangsa sudah live dan bisa diakses lewat internet melalui http://donatur.yayasan-tunas-bangsa.com.

Appfuse menggunakan displaytag untuk menampilkan data2nya per halaman, misalnya 10 record perhalaman, hanya saja displaytag mengambil keseluruhan data meskipun yg ditampilkan hanya 10 record, hal ini dikarenakan displaytag memiliki fasilitas utk sorting per kolom, ataupun download data dalam bentuk excel atau pdf. Hal ini tentu saja tidak hemat resource karena hanya untuk menampilkan 10 record saja, sistim harus query seluruh record.

Oleh karena itu saya menggunakan cara sendiri untuk menampilkan data sesuai kebutuhan, saya hanya melakukan query sebanyak record yang butuh ditampilkan, dan sebagai penanda tampilan record keberapa, diperlukan penanda halaman (paging), misalnya halaman 2 menampilkan record mulai 11 sampai 20, dst. Dalam post ini saya jelaskan bagaimana membuat paging seperti yang ada di google.

Jika Anda googling, akan ada daftar halaman (paging) jika hasil pencariannya banyak, seperti : "Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next". Untuk membuatnya sangat mudah dan saya hanya bermain dengan beberapa if-else di jsp dengan beberapa parameter, dan ini bisa diaplikasikan dengan bahasa2 lain.

Aplikasi Tunas Unggul Bangsa menggunakan spring MVC wannabe (karena ternyata tidak benar2 MVC), oleh karena itu bermain dengan banyak controller, dengan kata lain untuk menampilkan suatu halaman maka dubutuhkan controller. Saya butuh tiga parameter untuk controller paging:
1. page, halaman yang direquest user, misalnya 5
2. totalPages, banyak halaman, didapatkan dengan cara query "Select Count" dibagi perPage, dimana perPage adalah total record tiap halaman.
Misalnya total record = 100, perPage = 10 record, maka totalPage = 10.
3. listPages, daftar halaman yang muncul di aplikasi.
Misalnya kita menampilkan 5 halaman, maka yg muncul adalah "3 4 5 6 7"

Sementara itu di jsp-nya algoritmanya sebagai berikut:
1. jika page != 1 maka cetak "Awal", link ke halaman 1
2. cetak semua nilai listPages, jika sama dengan requestedPage maka tidak ada link, selain itu link ke halaman yg sesuai
3. jika totalPages != 0 dan requestedPage != totalPages maka cetak "Akhir", link ke halaman terakhir
Hasil dari contoh kita adalah "Awal 3 4 5 6 7 Akhir"

Tulis semua langkah diatas kedalam file jsp terpisah, misalnya paging.jsp, maka kita hanya tinggal include diatas table record.

Sebagai perbandingan dengan google, google memiliki 20 listPages, jika total halaman yg kita miliki bukan 5 tapi 20, maka kita memiliki listPages yang sama dengan google, dan itu bisa saja diubah karena saya jadikan Constant, hanya saja nantinya malah jelek tampilannya soalnya akan sangat melebar. Perbedaan yg lain adalah google menampilan "Prev" dan "Next", dimana link-nya menuju halaman sebelum atau halaman berikutnya, sedangkan yg kita miliki "Awal" dan "Akhir" menuju halaman awal dan akhir.